MediaBBC.co.id, Palembang – Sikap tertutup ditunjukkan oleh Kabid Pengawasan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Selatan, Sahadi, terkait investigasi kecelakaan kerja maut di area PT Bukit Asam (PTBA). Meski instruksi transparansi sudah ditekankan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, namun pihak teknis di Disnaker justru terkesan menutup diri.
Sikap diamnya Sahadi selaku Kabid Pengawasan ini sangat disayangkan. Sebagai pejabat yang bertanggung jawab penuh atas pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), publik menaruh harapan besar agar Disnaker bekerja cepat dan transparan dalam mengungkap penyebab hilangnya nyawa pekerja di sektor tambang tersebut.
BACA JUGA: Akhirnya Buka Suara, Sekda Sumsel Edward Candra Arahkan Terkait Insiden PTBA Dikonfirmasi ke Disnaker
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumsel yang sempat dihubungi media ini sebelumnya mengaku sedang melaksanakan Dinas Luar (DL) dan mengarahkan konfirmasi sepenuhnya kepada Kabid Pengawasan, Sahadi. Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilayangkan awak media melalui pesan WhatsApp sejak pukul 16.15 WIB tidak mendapatkan respon sama sekali, meskipun pesan tersebut terpantau sudah diterima.
Ketidakterbukaan Sahadi ini menimbulkan kesan adanya hambatan komunikasi birokrasi di tingkat bawah yang tidak sejalan dengan respon cepat yang ditunjukkan oleh Sekda Sumsel, Edward Candra. Padahal, konfirmasi ini sangat krusial untuk memastikan sejauh mana pengawasan pemerintah terhadap operasional perusahaan tambang sebesar PTBA di wilayah Sumatera Selatan.
Sebagai pejabat publik yang digaji dari uang rakyat untuk mengemban amanah pengawasan, sudah sepatutnya Sahadi memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah investigasi dan sanksi yang akan diambil. Pers dan publik menanti, apakah fungsi pengawasan benar-benar berjalan maksimal di lapangan atau hanya sekadar formalitas belaka? (Red)











Respon (1)