Sikat Preman Pasar! Polda Sumsel Amankan Tiga “Pak Ogah” di Jantung Perdagangan Palembang

MEDIABBC.co.id, Palembang Praktik premanisme yang selama ini meresahkan pedagang dan pengunjung akhirnya disikat aparat. Tim Direktorat Samapta Polda Sumatera Selatan turun langsung ke kawasan Pasar 16 Ilir dan mengamankan tiga pria yang diduga melakukan pungutan liar berkedok “pak ogah”, Kamis (19/2/2026).

Operasi yang digelar dalam rangka Operasi Pekat Musi 2026 itu menyasar titik-titik rawan yang selama ini dikeluhkan warga sebagai ladang pungli. Tiga pria berinisial I (43), D (63), dan D (39) tak berkutik saat petugas mendapati mereka diduga meminta uang dari pengendara dan pengunjung pasar tanpa dasar resmi. Dari tangan mereka, polisi menyita uang tunai puluhan ribu rupiah yang diduga hasil pungutan liar.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan, tindakan tegas ini merupakan pesan keras bahwa aparat tidak akan membiarkan ruang publik dikuasai praktik premanisme.

“Premanisme sekecil apa pun tidak boleh tumbuh di pusat ekonomi masyarakat. Pasar adalah ruang aman bagi warga untuk berusaha dan berbelanja, bukan tempat intimidasi berkedok jasa,” tegasnya.

Operasi dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan melibatkan 23 personel Satgas Preventif. Tim bergerak dari Mapolda Sumsel menyisir Jalan Jenderal Sudirman hingga ke area pasar. Penindakan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas juru parkir liar dan pungli yang kerap memaksa.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk respons cepat atas keresahan publik. Selama ini, praktik “pak ogah” kerap dianggap sepele, namun dampaknya nyata: menciptakan rasa tidak aman dan merusak citra pusat perdagangan tradisional.

Ketiga terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel. Polisi memastikan patroli dan penindakan serupa akan terus digencarkan, khususnya di titik-titik vital ekonomi dan keramaian.

Polda Sumsel juga membuka ruang pelaporan bagi warga yang menemukan praktik serupa. “Laporkan. Kami tindak. Tidak ada toleransi bagi premanisme,” tegas Nandang.

Operasi Pekat Musi 2026 disebut bukan sekadar razia rutin, melainkan upaya serius membersihkan penyakit masyarakat yang selama ini dibiarkan tumbuh. Di jantung perdagangan Palembang, aparat kini menunjukkan: negara tidak boleh kalah oleh pungli recehan.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *