MEDIABBC.co.id – Palembang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan komitmennya dalam peningkatan sektor perdagangan dengan menghadiri acara coffee morning yang digelar oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel.
Kegiatan bertema “Sinergi di Meja Kopi, Solusi di Lapangan” ini bertujuan mencari solusi konkret atas tantangan yang dihadapi dalam upaya peningkatan sinergitas ekspor dan impor di Sumsel. Acara dipusatkan di Resto 10 Gaestro, Palembang, pada Rabu (12/11/2025).
Pemprov Sumsel diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Deva Octavianus Coriza, S.E., M.Si.
Akselerasi Hilirisasi dan Pembangunan Pelabuhan Baru
Dalam sambutannya, Deva Octavianus Coriza menilai kegiatan sinergi semacam ini sangat penting untuk mencari jalan keluar terbaik atas semua upaya peningkatan ekspor-impor.
“Terkait dengan ekspor impor, kita harapkan dapat mencari solusi agar proses pekerjaan kita juga lebih cermat, lebih baik, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rencana Pemprov Sumsel untuk melakukan hilirisasi dan pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Carat, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai dan kualitas produk daerah.
“Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel tentu sangat berkontribusi, karena untuk menjamin keamanan produk, terutama yang masuk di Provinsi Sumsel. Kami meminta peran serta seluruh stakeholder untuk produk ekspor dan impor ini,” tegasnya.
Fokus Karantina: Mencegah dan Mengedukasi
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel, drh. Sri Endah Ekandari, M.Si., menjelaskan peran utama lembaganya.
“Sesuai tugas dan fungsinya, kami mencegah masuk dan keluarnya organisme tumbuhan karantina, serta melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap keamanan ketahanan pangan dan tumbuhan,” jelas Sri Endah.
Ia menambahkan, coffee morning ini adalah salah satu upaya untuk mendiskusikan masalah-masalah di lapangan dan berkontribusi lebih banyak untuk Sumsel.
Menurutnya, potensi komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan Sumsel sangat besar untuk diekspor. Balai Karantina berperan krusial dalam menjamin komoditas Sumsel bebas dari penyakit.
“Salah satu tantangannya adalah masih banyak masyarakat yang belum memahami tugas pokok dan fungsi Karantina. Oleh karena itu, kita tidak berhenti untuk terus melakukan edukasi, salah satunya dengan coffee morning ini,” pungkasnya.
(Jack-red)













