Sumsel Siapkan Lompatan Baru di Olahraga Panahan Disabilitas, Muba Jadi Titik Awal Regenerasi

MEDIABBC.co.id, MUBA, SUMSEL —

Di tengah semangat inklusi olahraga yang terus tumbuh, Sumatera Selatan menandai babak baru pembinaan atlet disabilitas melalui cabang para panahan pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Bukan hanya soal kompetisi, ajang ini menjadi bukti nyata bahwa regenerasi atlet disabilitas di Sumsel mulai berjalan.

Tahun ini, sebanyak 41 atlet dari 17 kabupaten/kota tampil di arena panahan Peparprov, naik signifikan dari 30 atlet pada edisi sebelumnya di Lahat. Namun di balik angka itu, ada cerita yang lebih besar: munculnya atlet-atlet muda dari kategori pelajar yang baru pertama kali dibuka.

“Kategori pelajar ini membuka jalan bagi pembinaan jangka panjang. Regenerasi mulai tampak, dan ini kabar baik bagi masa depan panahan disabilitas Sumsel,” ujar Technical Delegate Para Panahan Peparprov V Sumsel, Alex Indra, di arena Diffing Golf, Rabu (5/11/2025).

Ajang ini mempertandingkan empat kategori dengan variasi jarak tembak, termasuk nomor 70 meter yang menjadi tantangan tersulit bagi para pemanah.

Alex menyebut, sejumlah atlet menunjukkan potensi untuk masuk radar Peparnas di NTT dan NTB mendatang. Namun ia menekankan, keberlanjutan pembinaan tak bisa lepas dari peran aktif pemerintah daerah.

“Kuncinya ada di kebijakan daerah. Kalau dukungan dari APBD konsisten, pembinaan akan lebih terarah,” jelasnya.

Selain itu, kendala klasik seperti keterbatasan alat latihan dan fasilitas masih menjadi pekerjaan rumah.

“Panahan ini olahraga sunnah, banyak diminati, tapi informasi dan fasilitas belum merata. Kalau dukungan peralatan memadai, pertumbuhan atlet akan pesat,” tambah Alex.

Penyelenggaraan Peparprov di Muba dinilai sukses bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga komitmen daerah. Pemerintah Kabupaten Muba disebut sebagai contoh nyata dukungan terhadap olahraga disabilitas, mulai dari penyediaan fasilitas hingga perhatian pada atlet pelajar.

Dengan tren positif tersebut, Alex optimistis pada Peparprov berikutnya jumlah peserta bisa menembus 100 atlet. Lebih dari sekadar angka, itu menandai semakin kuatnya gerakan olahraga inklusif di Sumatera Selatan.

Kehadiran atlet muda disabilitas di arena Peparprov membuktikan bahwa olahraga bukan sekadar prestasi, melainkan simbol keberpihakan dan kesetaraan.

Melalui panahan, semangat kemandirian dan daya juang para atlet disabilitas menemukan ruangnya — sekaligus memberi pesan bahwa Sumsel siap melangkah lebih jauh di panggung paralimpik nasional.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *