MEDIA BBC.co.id, Jakarta — Malam itu, niat Ki Edi Susilo sesederhana kebanyakan orang: menikmati secangkir kopi hitam di sebuah kedai di Jakarta Pusat. Namun niat sederhana itu berubah menjadi pengalaman yang mengusik kesadaran berbangsa. Bukan karena kopinya pahit, melainkan karena uang Rupiah di sakunya alat pembayaran sah negara ditolak mentah mentah. “Maaf, Pak. Kami hanya […]
Topic: Ditolak Uang Tunai di Negeri Sendiri: Ketika QRIS Menjadi Penjaga Gerbang Kehidupan Kota
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.


