MEDIABBC.co.id, Indralaya – Di tengah dorongan percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional, Universitas Sriwijaya (UNSRI) meluluskan 1.588 alumni dalam Wisuda ke-182 Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium UNSRI Kampus Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (11/2/2026).
Momentum wisuda kali ini tak sekadar seremoni akademik. Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Ketenagakerjaan Dr Afriansyah Noor, Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, serta Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menjadi sinyal kuat bahwa kampus daerah kian diperhitungkan dalam agenda pembangunan nasional.
Rektor UNSRI, Prof Dr Taufiq Marwa SE MSi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berintegritas dan adaptif terhadap perubahan.
“Persentase lulusan tepat waktu terus meningkat, dan lebih dari 50 persen di antaranya meraih predikat cumlaude. Ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga mutu akademik,” ujar Taufiq.
Dari total 1.588 wisudawan, sebanyak 248 orang merupakan lulusan program Pascasarjana, 1.321 Sarjana, dan 19 Diploma. Angka ini mencerminkan dominasi jenjang sarjana sebagai tulang punggung suplai tenaga terdidik di Sumatera Selatan dan kawasan sekitarnya.
Di tengah konsentrasi pembangunan yang selama ini banyak bertumpu di Pulau Jawa, peran perguruan tinggi daerah seperti UNSRI menjadi semakin vital. Sumatera Selatan dengan potensi energi, pertanian, perkebunan, dan infrastruktur membutuhkan SDM lokal yang memahami karakter wilayahnya.
Wakil Gubernur Sumsel, H Cik Ujang, menyebut UNSRI telah menjadi pilar penting dalam mencetak SDM unggul yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
“Keberhasilan hari ini bukan hanya milik pribadi, tetapi juga hasil doa dan dukungan orang tua serta para pendidik. Kami berharap lulusan UNSRI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan kepedulian sosial,” katanya.
Pemprov Sumsel, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan daerah, mulai dari sektor pemerintahan, dunia usaha, hingga pengabdian masyarakat.
Dalam wisuda ini, UNSRI juga menyoroti pentingnya kolaborasi pembiayaan pendidikan. Empat alumni tercatat menerima beasiswa dari luar Kementerian Pendidikan Tinggi, yakni dari Bank Indonesia, Bank Central Asia, Yayasan Karya Salemba Empat, dan APJS Pusri.
Rektor menilai dukungan dunia usaha dan lembaga non-pemerintah menjadi faktor penting dalam memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Beasiswa menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi. Ini bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Taufiq.
Namun, di balik euforia wisuda, tantangan dunia kerja tetap membayangi. Lulusan perguruan tinggi kini dihadapkan pada kompetisi ketat, disrupsi teknologi, serta tuntutan keterampilan yang terus berkembang.
Kehadiran Wakil Menteri Ketenagakerjaan dalam acara tersebut menguatkan pesan bahwa transisi dari kampus ke dunia kerja memerlukan kesiapan kompetensi dan mentalitas profesional.
UNSRI pun mendorong para alumninya untuk menjaga nama baik almamater, menjunjung etika, serta mengedepankan kejujuran dan amanah dalam setiap peran yang diemban.
“Insyaallah para alumni akan sukses di mana pun berada jika nilai-nilai itu selalu diingat dan dilaksanakan,” pesan Taufiq.
Wisuda ke-182 ini menjadi refleksi bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak pencari kerja, tetapi juga calon pemimpin, inovator, dan agen perubahan di daerahnya masing-masing.
Di tengah ambisi Indonesia memperkuat pembangunan kewilayahan dan pemerataan ekonomi, kehadiran 1.588 lulusan baru UNSRI menjadi tambahan energi bagi Sumatera Selatan dan Indonesia, untuk melangkah lebih cepat.
Kini, tantangannya bukan lagi sekadar meraih gelar, tetapi bagaimana para lulusan mampu menerjemahkan ilmu menjadi solusi nyata bagi masyarakat.(H Rizal).













