MEDIABBC.co.id, Palembang – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mulai menggeser paradigma pendidikan karakter di sekolah menengah ke arah pendidikan bela negara berbasis disiplin dan nasionalisme.
Langkah ini diwujudkan melalui program Korps Kader Republik Indonesia (KKRI), yang akan digelar di Palembang pada 21 November–5 Desember 2025, melibatkan 500 siswa dari 17 SMK negeri dan swasta se-Sumatera Selatan.
Program ini menjadi pilot project nasional dalam pembentukan karakter generasi muda di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dengan semangat membangun generasi yang kuat, tangguh, dan berjiwa pemimpin.
Direktur Jenderal Potensi Pertahanan sekaligus Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan, Korps Kader bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi bagian dari gerakan strategis Kementerian Pertahanan untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
“Bangsa yang besar tidak dibangun hanya dengan kecerdasan, tapi dengan karakter. Korps Kader hadir agar anak-anak kita tumbuh dengan disiplin, empati, dan rasa cinta tanah air,” ujar Gabriel saat meninjau kesiapan di SMK Negeri 2 Palembang, Jumat (24/10).
Menurut Gabriel, di tengah arus globalisasi dan penetrasi digital yang cepat, pembentukan karakter menjadi kebutuhan mendesak.
Melalui program semi-militer ini, para siswa diajak memahami nilai-nilai dasar bela negara — bukan melalui doktrin, tetapi melalui pengalaman langsung membangun disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
“Kita tidak sedang menyiapkan pasukan, tapi menyiapkan generasi yang siap mengabdi. Ini investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas,” tegasnya.
Ia juga menyinggung bahwa program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM, di antaranya program makan bergizi gratis dan sekolah rakyat, yang semuanya bermuara pada pemerataan kesempatan belajar bagi anak bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni, melalui Kabid SMK Andi Bobby Wahyudi, menegaskan bahwa KKRI bukan bentuk militerisasi sekolah, melainkan pembinaan karakter berbasis ketahanan nasional.
“Ini revolusi karakter di dunia pendidikan. Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar di kelas, tapi juga tangguh menghadapi kehidupan nyata,” ujarnya.
Disdik Sumsel juga menggandeng Kodam II/Sriwijaya untuk melaksanakan pendidikan karakter pada 31 Oktober–2 November 2025 sebagai pra-kegiatan Korps Kader.

Kepala SMK Negeri 2 Palembang, Suparman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas pendukung, mulai dari asrama, area outbound, hingga lapangan latihan.
“Seluruh SMK di Sumsel siap. Pesertanya merupakan siswa berprestasi, dari keluarga kurang mampu, dan mereka yang tengah dibina dalam penguatan karakter,” jelas Suparman.
Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar.
“Kami berharap dari Palembang akan lahir kader-kader muda yang kuat, jujur, dan punya semangat juang tinggi,” tambahnya.
Program Korps Kader di Palembang menjadi simbol dimulainya transformasi pendidikan karakter nasional — dari ruang kelas menuju lapangan pembentukan disiplin.
Jika berhasil, model ini akan diperluas ke provinsi lain sebagai blueprint pembinaan generasi muda Indonesia di bawah visi besar “Pertahanan Rakyat Semesta”.
“Palembang menjadi awal dari gerakan besar membangun manusia Indonesia yang berkarakter kuat dan siap menjaga bangsa,” tutup Letjen Gabriel Lema.(H Rizal).













