MEDIABBC.co.id, MUARA ENIM — Nama Desri Nago mendadak terseret dalam pusaran dugaan aktivitas gudang BBM ilegal di wilayah Desa Lembak. Namun, tudingan tersebut langsung dibantah keras. Desri menyebut isu yang mengaitkan dirinya sebagai bentuk pencemaran nama baik yang tidak berdasar.

“Saya tegaskan, itu tidak benar. Saya tidak tahu apa-apa soal gudang itu. Orang-orangnya saya tidak kenal, lokasi pastinya pun saya tidak paham,” ujar Desri dengan nada tegas.
Nama Desri mencuat di tengah sorotan terhadap sebuah bangunan mencurigakan yang berdiri di wilayah hukum Polres Muara Enim. Gudang tersebut menjadi perhatian warga karena tampil mencolok dan tidak lazim.
Bangunan itu terlihat mencurigakan sejak dari luar. Dindingnya dicat dengan kombinasi warna hijau botol pekat dan warna mencolok menyerupai fanta. Tak hanya itu, di bagian atap terpasang dua ornamen berbentuk corong menyerupai rudal—visual yang dinilai warga sebagai simbol intimidasi terbuka.
Warga menduga, di balik tampilan nyentrik tersebut, berlangsung aktivitas ilegal yang terorganisir. Sejumlah nama seperti Ongki, Bedet, dan Eno disebut-sebut sebagai pihak yang mengendalikan operasional di dalamnya figur-figur yang dianggap memiliki “pengaruh kuat” namun tidak tersentuh hukum.
Informasi yang beredar menyebutkan, gudang tersebut awalnya merupakan tempat penampungan batu split sebelum berubah fungsi menjadi lokasi yang diduga menampung aktivitas melanggar hukum. Perubahan fungsi ini menimbulkan keresahan karena dinilai berpotensi merusak tatanan sosial dan keamanan lingkungan.
Ironisnya, warga memilih bungkam. Tekanan, rasa takut, dan dugaan adanya kekuatan di balik operasi tersebut membuat masyarakat enggan bersuara. Gudang itu bahkan disebut-sebut telah menjelma menjadi simbol kekuasaan ilegal yang sulit disentuh.
Situasi ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Muara Enim. Desakan publik kian menguat agar aparat bertindak tegas dan tidak tebang pilih dalam menindak dugaan praktik ilegal yang meresahkan.
Di sisi lain, Desri Nago menegaskan akan mengambil langkah untuk membersihkan namanya.
“Saya tidak terlibat sedikit pun. Ini sudah mencoreng nama baik saya. Saya akan telusuri siapa yang menyebarkan isu ini,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan, bukan hanya soal dugaan gudang ilegal, tetapi juga tentang keberanian aparat dalam menegakkan hukum di tengah bayang-bayang kekuatan tak resmi yang diduga bermain di belakang layar.
Masyarakat menunggu apakah hukum benar-benar hadir, atau justru kembali kalah oleh rasa takut.( H Rizal).

=========================================












