MEDIABBC.co.id, PALEMBANG — Menjelang akhir tahun yang kerap ditandai kenaikan harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota Palembang mempercepat distribusi pangan murah melalui penyelenggaraan pasar murah di berbagai kecamatan. Salah satu titik pelaksanaan digelar di halaman Kantor Camat Seberang Ulu II, Kamis (11/12/2025), yang langsung diserbu warga sejak pagi.
Di lokasi, beras SPHP, minyak goreng, telur, tepung terigu, hingga aneka kebutuhan pelengkap dijual dengan selisih harga lebih rendah Rp3.000–Rp5.000 dari harga pasar. Pemerintah berharap langkah ini dapat meredam tekanan harga yang belakangan dirasakan masyarakat.

Sekretaris Camat Seberang Ulu II, Oscar, mengatakan pasar murah di wilayahnya merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas pangan di tingkat paling bawah.
“Situasi harga kebutuhan pokok sedang naik. Pasar murah ini jadi salah satu cara paling cepat untuk mengamankan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembagian voucher belanja dibatasi untuk warga ber-KTP Seberang Ulu II demi memastikan pasokan tidak habis dalam waktu singkat. Sekitar 30 UMKM lokal juga dilibatkan, termasuk pedagang yang tidak tercatat di Disperindag dengan syarat mandiri membawa perlengkapan berjualan.

Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Disperindag Palembang, Elsa Noviani, SH., M.Si, menegaskan bahwa pasar murah bukan kegiatan seremonial, tetapi program intervensi langsung yang dijalankan sepanjang tahun.
“Sejak Februari hingga akhir 2025, sudah ada 66 titik pasar murah. Kami gelar di kecamatan, pasar tradisional, dan agenda hari besar,” kata Elsa.
Ia mencontohkan harga beras SPHP yang dijual Rp57.000 dan minyak goreng Rp14.700 sebagai bentuk intervensi untuk mengurangi beban warga sekaligus menjaga stok tetap aman.
Selain membantu masyarakat, pasar murah juga menjadi ruang distribusi bagi UMKM yang ingin memasarkan produk di tengah ketidakpastian harga. Pemerintah berharap pola ini menciptakan alur distribusi pangan yang lebih merata di tingkat kecamatan.
Disperindag memastikan kegiatan serupa akan terus digulirkan sepanjang 2025, termasuk saat momentum besar seperti Ramadan, Idul Adha, dan perayaan Hari Jadi Kota Palembang.
Di tengah fluktuasi harga pangan nasional, langkah Pemkot Palembang mengintensifkan pasar murah menjadi sinyal bahwa pengendalian harga tidak bisa hanya mengandalkan mekanisme pasar. Monitoring harian serta intervensi distribusi dianggap menjadi kunci menjaga harga tetap terjangkau.
Dengan masih panjangnya periode akhir tahun yang identik dengan kenaikan konsumsi, pasar murah menjadi salah satu instrumen paling realistis untuk memastikan masyarakat tetap dapat membeli bahan pokok dengan harga yang wajar.(H Rizal).












