News  

Kejurprov Shindoka Sumsel 2025 Jadi Etalase Pembinaan Karate Usia Dini, 817 Atlet Turun Bertanding di Palembang

oplus_0

MEDIA BBC.co.id, Palembang Komitmen pembinaan atlet karate usia dini di Sumatera Selatan kembali ditunjukkan melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Shindoka Sumsel 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Syahrial Oesman  SONS, Jakabaring, Palembang, Sabtu (27/12/2025).

Tak sekadar ajang kompetisi, Kejurprov ini menjadi etalase regenerasi atlet karate yang diproyeksikan sebagai tulang punggung prestasi daerah di masa depan. Tercatat, 817 atlet dari berbagai perguruan ambil bagian, mulai dari kategori usia dini, junior, hingga U-21.

Kejuaraan ini juga dirangkaikan dengan Open Festival Shindoka se-Kota Palembang yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Desember 2025, menandai besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga karate di Sumatera Selatan.

Ketua Umum Shindoka Sumatera Selatan, Shihan Aliyudin Asral, menegaskan bahwa Kejurprov bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi bagian dari sistem pembinaan berkelanjutan yang telah dibangun Shindoka Sumsel secara konsisten.

“Ini adalah ruang belajar dan evaluasi bagi atlet muda. Dari sini kita bisa melihat potensi, karakter bertanding, dan perkembangan mental anak-anak. Pembinaan tidak instan, harus dimulai sejak dini,” ujar Aliyudin.

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan kejuaraan setiap tahun menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi, sekaligus menjaga ekosistem karate tetap hidup dan berkembang di daerah.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejurprov Shindoka Sumsel 2025, Suryanto Kuding, menyebutkan bahwa kompetisi ini melibatkan 37 kontingen dari lima kabupaten/kota untuk kategori Kejurprov, serta sekitar 10 perguruan se-Kota Palembang pada Open Festival.

“Total ada 102 atlet Kejurprov dan 715 atlet festival. Mayoritas adalah atlet pemula yang baru pertama kali turun bertanding. Ini penting untuk membangun kepercayaan diri mereka,” jelas Suryanto.

Para peserta memperebutkan Piala Ketua Umum Shindoka Sumatera Selatan dan Piala KONI Kota Palembang, yang menjadi simbol prestasi sekaligus motivasi bagi atlet muda untuk terus berlatih dan berkembang.

Selain aspek prestasi, penyelenggaraan kejuaraan ini juga dinilai berdampak positif terhadap pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga, seperti disiplin, sportivitas, dan mental kompetitif yang sehat.

Seluruh hasil pertandingan akan dilaporkan secara resmi ke Pengurus Provinsi Shindoka Sumatera Selatan sebagai bahan evaluasi dan dasar pembinaan lanjutan.

Dengan partisipasi ratusan atlet dan dukungan berbagai pihak, Kejurprov Shindoka Sumsel 2025 mempertegas peran olahraga daerah sebagai fondasi penting dalam membangun prestasi nasional dari akar rumput.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *