Apel Sabuk Kamtibmas Polrestabes,M.Yusuf Malaya Tegaskan PMPB Siap Menjadi Garda Terdepan Jaga Stabilitas Kota Palembang

MEDIA BBC.co.id, PALEMBANG – Komitmen menjaga stabilitas keamanan Kota Palembang ditegaskan dalam Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar Polrestabes Palembang bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat, Minggu (1/3/2026) sore.

Namun dari sekian banyak elemen yang hadir, sorotan tertuju pada peran aktif Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan yang menyatakan kesiapan penuh menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Apel yang berlangsung di halaman Mapolrestabes Palembang itu dipimpin langsung Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, termasuk Kokam, Banser, Pemuda Pancasila, komunitas ojek online (Gojek, Grab, Maxim), serta jajaran kepolisian.

Dalam arahannya, Kapolrestabes menegaskan bahwa Palembang bukan sekadar ibu kota provinsi, tetapi simbol peradaban dan pusat perekonomian Sumatera Selatan.

“Palembang adalah pusat pergerakan ekonomi, dari Tanjung Api-Api, Kertapati hingga kabupaten/kota lainnya di Sumsel bermuara di sini. Maka komitmen menjaga kota ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, tawuran, narkoba, judi online hingga aksi anarkisme harus dihadapi secara kolektif antara aparat dan masyarakat.

Ketua Umum PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, melalui Panglima PMPB Sumsel Mang Zai, menyampaikan bahwa pihaknya siap berada di garis depan menjaga kondusivitas Palembang.

“PMPB Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan Kota Palembang adalah harga mati. Kami berdiri bersama kepolisian dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan tidak ada ruang bagi perusuh, bandar narkoba, pelaku tawuran maupun provokator yang ingin merusak kota ini,” tegas Mang Zai.

Menurutnya, Palembang sebagai wajah Sumatera Selatan harus tetap aman agar roda ekonomi, investasi, dan aktivitas sosial masyarakat berjalan tanpa gangguan.

“PMPB bukan hanya hadir saat seremoni. Kami siap turun langsung, berkolaborasi, membantu pengawasan lingkungan, dan menjadi perpanjangan tangan dalam menjaga ketertiban sosial,” tambahnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian 500 paket takjil oleh jajaran Satlantas kepada masyarakat yang melintas sebagai bentuk kepedulian di bulan Ramadan.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Finan Sukma Paradipta menyebutkan, pembagian takjil ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan simbol pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat.

Apel Sabuk Kamtibmas ini menjadi pesan tegas bahwa pengamanan kota tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif ormas, komunitas, dan masyarakat sipil.

Dengan keterlibatan PMPB Sumsel dan berbagai elemen lainnya, Palembang mengirimkan sinyal kuat: stabilitas kota adalah tanggung jawab bersama  dan tidak ada kompromi terhadap gangguan keamanan.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *