NPCI Sumsel Gas Pol Pembinaan Atlet Disabilitas, 100 Atlet Masuk Pelatda Menuju Peparnas 2028

MEDIABBC.co.id, Palembang Ambisi besar mulai dipasang oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan dalam menyongsong Pekan Paralimpik Nasional 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Melalui program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang resmi diluncurkan di Palembang, NPCI Sumsel langsung menurunkan lebih dari 100 atlet disabilitas ke dalam sistem pembinaan intensif dan kompetitif.

Peluncuran program tersebut menjadi sinyal kuat bahwa NPCI Sumsel tidak ingin sekadar menjadi peserta di ajang Pekan Paralimpik Nasional, tetapi menargetkan lonjakan prestasi yang lebih tinggi dibanding capaian sebelumnya.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia Sumatera Selatan, Rian Yohwari, menegaskan bahwa Pelatda merupakan fondasi utama untuk membentuk atlet disabilitas yang tangguh secara teknik, mental, maupun spiritual.

Menurutnya, pola latihan yang diterapkan tidak lagi bersifat biasa, tetapi menggunakan sistem promosi dan degradasi agar setiap atlet terpacu meningkatkan performa.

“Pelatda ini bukan sekadar latihan rutin. Kami ingin membangun budaya kompetisi di dalam tim, sehingga setiap atlet terus berkembang dan siap bersaing di level nasional,” ujar Rian.

Target Prestasi Lebih Tinggi

Program Pelatda NPCI Sumsel akan fokus pada 13 cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi lumbung medali bagi provinsi tersebut.

Langkah ini juga menjadi evaluasi dari hasil Pekan Paralimpik Nasional 2024 di Surakarta, ketika kontingen Sumatera Selatan berhasil menembus 10 besar nasional dengan koleksi 21 emas, 24 perak, dan 37 perunggu.

Capaian itu dinilai sebagai modal penting untuk mendorong target prestasi yang lebih tinggi pada Peparnas 2028.

Dukungan Pemerintah dan DPRD

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turut memberi sinyal dukungan penuh terhadap program pembinaan atlet disabilitas tersebut.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui Asisten III Pemprov Sumsel Zulkarnain menegaskan bahwa pemerintah melihat Pelatda bukan hanya sebagai agenda olahraga, tetapi juga sebagai simbol semangat dan inklusivitas.

Di sisi lain, dukungan anggaran juga datang dari DPRD Sumatera Selatan. Anggota Komisi V, Alwis Gani, memastikan pihak legislatif akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pembinaan atlet disabilitas, termasuk pemberian bonus bagi peraih medali.

Bukti Keterbatasan Bukan Halangan

Apresiasi juga datang dari kepolisian. Wakapolrestabes Palembang Aditya Kurniawan menilai para atlet NPCI Sumsel telah menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Ia berharap program Pelatda mampu menjadi mesin penghasil atlet berprestasi yang dapat membawa nama Sumatera Selatan bersinar di panggung olahraga nasional.

Dengan dimulainya Pelatda ini, NPCI Sumsel mengirim pesan jelas: pembinaan atlet disabilitas tidak lagi sekadar program seremonial, tetapi investasi prestasi jangka panjang menuju Peparnas 2028.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *