Polisi Palembang Dorong Kesetaraan Lewat Kebijakan SIM D Gratis

MEDIABBC.co.id, — Akses mobilitas selama ini menjadi tantangan nyata bagi penyandang disabilitas. Di Palembang, hambatan itu mulai dipangkas. Kepolisian setempat mengambil langkah konkret dengan menggratiskan pembuatan SIM D bagi atlet disabilitas Sumatera Selatan.

Kebijakan ini tidak sekadar meringankan biaya, tetapi menyasar persoalan yang lebih mendasar: keterbatasan akses yang selama ini kerap dihadapi penyandang disabilitas untuk bergerak secara mandiri.

Ketua NPCI Sumatera Selatan, Rian Yohwari, menilai langkah tersebut sebagai terobosan yang menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

“Selama ini bukan hanya soal biaya, tapi juga akses dan perhatian. Program ini menjawab itu. Ini langkah yang tepat dan berdampak langsung,” ujarnya.

Menurut Rian, kepemilikan SIM D memberi lebih dari sekadar legalitas berkendara. Ia membuka ruang kemandirian, memperluas mobilitas, sekaligus menghapus stigma bahwa penyandang disabilitas selalu bergantung pada orang lain.

“Kemandirian itu dimulai dari hal sederhana, seperti bisa pergi sendiri tanpa bergantung pada orang lain. SIM ini menjadi pintu ke arah itu,” katanya.

Di sisi atlet, dampaknya terasa langsung. M. Zaitun, atlet para renang, menyebut kemudahan mendapatkan SIM D sebagai perubahan besar dalam aktivitas hariannya.

“Sekarang kami punya keleluasaan untuk bergerak. Tidak harus selalu menunggu bantuan orang lain,” ujarnya.

Firmansyah menambahkan, kebijakan ini juga mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas.

“Ini bukan sekadar fasilitas. Ini pengakuan bahwa kami punya kemampuan yang sama untuk mandiri,” katanya.

Hal senada disampaikan Jupri Desiawan. Ia melihat program ini sebagai bentuk dukungan moral yang kuat dari negara.

“Ketika kami diberi akses seperti ini, artinya kami dipercaya. Itu penting untuk semangat kami,” ucapnya.

Langkah kepolisian Palembang ini memperlihatkan bahwa kebijakan sederhana bisa membawa dampak luas jika tepat sasaran. Di tengah dorongan menuju masyarakat inklusif, program SIM D gratis menjadi contoh bahwa perubahan tidak selalu harus besar yang penting nyata dan menyentuh kebutuhan.

Ke depan, tantangannya adalah memastikan langkah serupa tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan berkembang menjadi sistem layanan publik yang benar-benar ramah bagi semua.( H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *