=========================================
News  

Tongkang Hantam Jembatan Vital di Banyuasin, PST Ancam Aksi Besar di KSOP Palembang

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Insiden serius kembali terjadi di perairan Sumatera Selatan. Sebuah tongkang bermuatan batubara menabrak tiang penyangga (glagar) Jembatan PTPN VII Keluang Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan mendorong Persatuan Sopir Transportasi (PST) untuk segera menggelar aksi damai dengan tuntutan tegas kepada pihak terkait.

Jembatan yang ditabrak bukan sekadar infrastruktur biasa. Ia merupakan akses vital penghubung antara Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dengan wilayah Keluang Bentayan di Banyuasin. Kerusakan sekecil apa pun berpotensi melumpuhkan mobilitas warga dan distribusi ekonomi di kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tongkang tersebut mengangkut batubara dari Jetty Tempirai, ditarik oleh tugboat Biduk Mas 24 dengan barge BG Biduk Mas 21, yang berada di bawah keagenan PT Rizkia Armada Nusantara. Dalam kondisi muatan penuh dan menjulang tinggi, tongkang melaju dari arah hilir Sungai Tungkal menuju hulu saat insiden terjadi.
Detik-detik tabrakan terekam jelas dalam video berdurasi 1 menit 28 detik yang kini viral di media sosial. Suara benturan keras terdengar saat badan tongkang menghantam tiang jembatan, memicu kepanikan warga yang berada di atas jembatan saat kejadian.

“Saya kaget, dengar suara benturan keras. Setelah saya lihat ke bawah, ternyata tongkang sudah menabrak tiang jembatan,” ujar seorang warga Bentayan yang berada di lokasi, meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga kini diliputi kekhawatiran. Mereka menuntut tanggung jawab penuh dari pihak perusahaan kapal dan agen yang terlibat. Trauma akan insiden serupa di wilayah lain, seperti di Lalan, menjadi bayang-bayang nyata.

“Jangan sampai kejadian ini dianggap sepele. Kalau jembatan ini roboh, masyarakat yang jadi korban. Pengusaha kapal harus bertanggung jawab penuh,” tegas warga tersebut.

Merespons kejadian ini, Pemerhati Suara Terkini (PST) menyatakan sikap keras. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar aksi damai di Kantor KSOP Palembang sebagai bentuk protes dan desakan terhadap lemahnya pengawasan lalu lintas sungai.

Ketua Umum PST, Dian HS, menegaskan bahwa insiden ini adalah bukti nyata kelalaian sistemik yang tidak bisa lagi ditoleransi.Selasaa,(28/04/2026)
“Ini bukan sekadar kecelakaan, ini akibat dari pembiaran. Kapal bermuatan besar dibiarkan melintas tanpa kontrol ketat, tanpa pengawasan maksimal. Kami menilai KSOP gagal menjalankan fungsi pengawasan secara serius,” tegas Dian HS.

Ia juga menuntut agar pihak perusahaan bertanggung jawab secara hukum dan material atas kerusakan yang terjadi, serta mendesak evaluasi total terhadap aktivitas angkutan batubara di sungai.

“Kami minta ada tindakan tegas. Jangan hanya teguran. Harus ada sanksi nyata, bahkan pencabutan izin jika perlu. Keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi kepentingan bisnis,” lanjutnya.

PST juga mendesak audit menyeluruh terhadap seluruh armada tongkang yang beroperasi di wilayah perairan Sumatera Selatan, termasuk standar muatan dan kelayakan operasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak KSOP Palembang maupun perusahaan terkait.
Sementara itu, kondisi jembatan masih menjadi perhatian serius warga, yang berharap pemerintah segera turun tangan sebelum dampak yang lebih besar terjadi.

Insiden ini kembali membuka fakta pahit: lemahnya pengawasan transportasi sungai bisa berujung pada ancaman nyata bagi keselamatan publik. Kini, tekanan publik menguat dan aksi massa tinggal menunggu waktu.( H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *