=========================================

Helaran Budaya “Mapag Pajajaran Anyar” Semarakkan HJB ke-544, Kabupaten Bogor Tampilkan Wajah Budaya dan Persatuan

MEDIABBC.co.id , Bogor – Ribuan warga memadati kawasan Alun-alun Kabupaten Bogor hingga Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Mengusung tema “Mapag Pajajaran Anyar”, helaran budaya tahun ini menjadi salah satu perayaan terbesar yang pernah digelar Pemerintah Kabupaten Bogor dengan melibatkan puluhan ribu peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Sebanyak 40 kecamatan dan 32 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ikut ambil bagian dalam karnaval budaya yang menampilkan beragam kekayaan tradisi, kesenian, hingga potensi unggulan dari seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Sejak pagi, masyarakat telah memadati sepanjang rute karnaval. Mereka antusias menyaksikan iring-iringan kereta kencana, andong, pasukan berkuda, rombongan Forkopimda, kendaraan hias, hingga atraksi budaya yang silih berganti melintas di depan panggung kehormatan.

Helaran budaya tersebut bukan sekadar parade hiburan. Pemerintah Kabupaten Bogor menjadikannya sebagai simbol kebangkitan budaya Sunda sekaligus momentum memperkuat identitas daerah yang memiliki akar sejarah panjang dari masa Kerajaan Pajajaran.

Diawali Prosesi Sakral Tawasulan

Rangkaian kegiatan dimulai dengan prosesi Tawasulan di kawasan Gerbang Tritangtu di Buana yang diikuti tokoh adat, budayawan, tokoh agama, dan unsur masyarakat.

Prosesi doa bersama itu menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Bogor yang kini memasuki usia ke-544 sekaligus memohon keberkahan agar pembangunan daerah berjalan selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal.

Usai doa bersama, seluruh peserta bergerak menuju lokasi helaran untuk mengikuti pawai budaya yang menjadi puncak perayaan HJB tahun ini.

Musik Tradisional dan Tari Sunda Warnai Panggung Utama

Suasana semakin semarak ketika kelompok Saung Waditra menampilkan musik tradisional Tarawangsa dan Karinding, dua kesenian khas Sunda yang mulai jarang dijumpai.

Tak hanya itu, penampilan Sanggar Dewi Ratih melalui tarian tradisional berhasil memukau ribuan penonton yang memadati area acara.

Seluruh peserta kemudian mengikuti upacara pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Mars Tegar Beriman, yang menjadi identitas Kabupaten Bogor.

Bupati: Budaya Harus Menjadi Fondasi Pembangunan

Ketua Pelaksana HJB ke-544, Yudi Santosa, dalam laporannya mengatakan helaran budaya menjadi ruang bagi seluruh kecamatan untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah masing-masing.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Jadi Bogor bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum memperkuat kebersamaan masyarakat serta melestarikan budaya yang menjadi jati diri Kabupaten Bogor.

Menurut Rudy, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga nilai sejarah, adat istiadat, dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Lima Titik Penjurian, Dorong Kreativitas Kecamatan

Untuk menambah semarak kompetisi, panitia menyiapkan lima titik penjurian di sepanjang rute karnaval.

Setiap kontingen dinilai berdasarkan kreativitas, keunikan konsep, kesesuaian tema, penampilan budaya, hingga kemampuan mengangkat potensi lokal masing-masing kecamatan.

Tak hanya parade budaya, kawasan Alun-alun Kabupaten Bogor juga dipenuhi bazar promosi daerah dan UMKM yang menawarkan aneka kuliner, kerajinan tangan, produk kreatif, hingga hasil pertanian unggulan.

Kehadiran bazar tersebut menjadi upaya pemerintah menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada ribuan pengunjung.

HJB ke-544 Digelar Selama Dua Bulan

Perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 melalui berbagai agenda.

Mulai dari Kabogorfest 2026 di Stadion Pakansari, peresmian Skywalk Tegar Beriman yang dipadukan dengan Car Free Night, hingga kegiatan Gowes Napak Tilas dan ritual budaya Ngalokat Cai di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Seluruh rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Hari Jadi Bogor tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan sejarah, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Bogor.

Memasuki usia ke-544, Kabupaten Bogor ingin menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberhasilan menjaga budaya, memperkuat identitas lokal, dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Semangat itulah yang tercermin dalam helaran budaya “Mapag Pajajaran Anyar”, yang menjadi penutup meriah rangkaian Hari Jadi Bogor tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *