=========================================

4.524 Pramuka Santri Berkumpul di Malang, Bawa Pesan Antikekerasan dan Peduli Lingkungan

Sebanyak 4.524 pramuka santri mengikuti Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang dirangkai dengan Upacara Bhinneka. Kegiatan tersebut dibuka Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said.,Kamais,(1/10/2026), Foto : IST

Mediabbc.co.id ,Malang — Ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mereka tidak hanya datang untuk berkemah, tetapi membawa misi membangun karakter, merawat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Sebanyak 4.524 pramuka santri mengikuti Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang dirangkai dengan Upacara Bhinneka. Kegiatan tersebut dibuka Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said,Kamis,(1/10/2026).

Di hadapan ribuan peserta, Basnang menempatkan pramuka santri sebagai bagian dari generasi yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan beradab.

“Anak-anak pramuka santri adalah duta-duta antikekerasan dan antiperundungan, sekaligus duta-duta generasi santri peduli lingkungan hidup,” kata Basnang dalam amanatnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pembukaan PPSN VI. Sebab, perkemahan santri tidak hanya dirancang sebagai aktivitas kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kesadaran sosial.

Ketua Panitia PPSN VI Tahun 2026, Endi Suhendi, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter santri dalam semangat kebangsaan dan bernegara. Selain itu, PPSN menjadi sarana menumbuhkan kesadaran ekologis melalui pendekatan ekoteologi.

“PPSN bukan sekadar perkemahan. Di sini, santri ditempa untuk mencintai bangsa dan negaranya, sekaligus dibangun kesadarannya untuk menjaga alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” ujar Endi.

Ketika Nilai Pramuka Bertemu Tradisi Pesantren

Basnang melihat terdapat irisan kuat antara nilai yang diajarkan dalam kepramukaan dan kehidupan pesantren.

Dasadarma Pramuka, menurut dia, memiliki semangat yang sejalan dengan nilai kepesantrenan. Keduanya menekankan ketakwaan, kecintaan terhadap alam, kedisiplinan, serta tanggung jawab.

“Nilai-nilai Dasadarma Pramuka satu napas dengan nilai-nilai kepesantrenan,” ujarnya.

Karena itu, pengalaman selama PPSN diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan perkemahan selesai. Santri diharapkan membawa nilai kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab tersebut ke pesantren dan lingkungan tempat mereka tinggal.

Basnang juga mengingatkan para peserta agar menjaga akhlak selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kedepankan akhlakul karimah dan jadilah teladan. Jadilah teladan dalam pencegahan kekerasan, di pesantren, di lingkungan, dan di tengah masyarakat,” tegasnya.

An-Nur II dan Pesan tentang Pesantren Hijau

Pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan mendapat konteks tersendiri dalam PPSN VI. Lokasi kegiatan, Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, disebut Basnang sebagai salah satu contoh pesantren yang mengembangkan lingkungan hijau dan lestari.

“Keteladanan Indonesia Asri ada di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Malang,” kata Basnang.

Lingkungan pesantren pun menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut: bahwa kepedulian terhadap alam dapat tumbuh dari ruang pendidikan dan kehidupan sehari-hari santri.

Di tengah kegiatan yang mempertemukan ribuan peserta dari berbagai wilayah, PPSN VI sekaligus menjadi ruang untuk merawat keberagaman. Upacara Bhinneka yang digelar bersamaan dengan pembukaan mempertegas semangat persatuan di tengah perbedaan latar belakang peserta.

Semangat itu kemudian diterjemahkan dalam jargon yang menggema di hadapan peserta. Basnang bertanya, “Siapa kita?” dan dijawab serentak, “Santri Indonesia!”

Seruan berikutnya menguatkan identitas dan semangat para peserta: “Santri Indonesia!” dijawab, “Unggul, Mandiri, Mendunia!” Sementara ajakan “Yuk Mondok!” disambut, “Mondok itu Keren!”

PPSN VI Tahun 2026 berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang. Selain menjadi ajang pertemuan pramuka santri dari berbagai daerah, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat karakter kebangsaan, kepedulian lingkungan, serta budaya antikekerasan di kalangan generasi pesantren.**

Jurnalis : Kelana003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *