MEDIABBC.co.id , BANDAR LAMPUNG – Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Ulum Lampung menghadiri kegiatan Forum Strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Lampung Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah XV Lampung di UIN Raden Intan Lampung pada 25 Oktober 2026.
Mengusung tema “Transformasi Tata Kelola dan Budaya Mutu PTKIS Menuju Perguruan Tinggi Unggul dan Berdaya Saing”, kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Kopertais Wilayah XV Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., serta menghadirkan narasumber utama Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. KH. Sahiron Syamsuddin, MA..
Kehadiran delegasi STIT Darul Ulum Lampung yang dalam hal ini di wakili oleh Fajrun Najah Ahmad, M.Pd sebagai LPM, Anang Anshori, M.Pd dan M. Ikhwan Nudin, M.Pd dalam forum ini merupakan wujud komitmen institusi dalam menyelaraskan arah kebijakan kampus dengan peta jalan peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional.
Tiga Pilar Peningkatan Mutu SDM Perguruan Tinggi
Dalam pemaparan utamanya, Prof. Dr. Phil. KH. Sahiron Syamsuddin, MA. menekankan bahwa transformasi PTKIS menuju kampus unggul bertumpu pada penguatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang mencakup tiga elemen utama, yaitu mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), dan dosen:
Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Kesiapan Kerja Selain optimalisasi kegiatan belajar mengajar di kampus, Kementerian Agama mendorong kesiapan kerja lulusan melalui program PRIMA Magang bagi mahasiswa semester 7. Saat ini, tercatat hampir 80.000 perusahaan mitra yang siap menerima mahasiswa magang. Program ini diharapkan mampu menjembatani dunia akademik dengan dunia industri sehingga alumni PTKIS benar-benar siap kerja saat lulus.
Transformasi Digital Tenaga Kependidikan (Tendik) Untuk menunjang tata kelola administrasi dan layanan akademik yang modern, peningkatan kapasitas tendik difokuskan pada adaptasi teknologi melalui pelatihan dan kursus Artificial Intelligence (AI). Pemanfaatan AI diharapkan dapat mempercepat dan mengefisiensikan layanan administrasi di lingkungan kampus.
Akselerasi Kualifikasi dan Riset Dosen Pengembangan SDM dosen menjadi prioritas strategis melalui berbagai skema pendanaan dan program peningkatan mutu, di antaranya:
Beasiswa Studi Lanjut: Pengembangan kualifikasi akademik dosen melalui skema LPDP dan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB/WIB) Kementerian Agama, serta peluang studi lanjut ke luar negeri (termasuk penguatan kerja sama pendidikan dengan Maroko sebagai salah satu program peningkatan mutu).
Program Persiapan Bahasa dan Akademik (PPBA): Pelatihan intensif yang ditargetkan berlangsung selama 4 bulan guna menyiapkan dosen menembus perguruan tinggi bereputasi di luar negeri.
Afirmasi Riset Dosen PTKIS: Optimalisasi bantuan penelitian melalui Litapdimas. Disampaikan pula kebijakan afirmatif bahwa skema Penelitian Dasar kini difokuskan dan hanya tersedia bagi dosen PTKIS, dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Program Visiting Professor: Pertukaran dan kunjungan guru besar untuk mendongkrak atmosfer akademik dan kolaborasi riset di lingkungan PTKIS.
Dinamika Diskusi: Aspirasi dan Tantangan PTKIS di Daerah
Forum berlangsung interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai aspirasi strategis dari pengelola PTKIS di Provinsi Lampung turut mengemuka.
Ketua Forum PTKIS Lampung dari Universitas Ma’arif Lampung (UMALA), Dr. Agus Setiawan, menyampaikan dua persoalan krusial yang dihadapi kampus swasta saat ini:
1. Kendala implementasi program PRIMA Magang di lapangan, khususnya terkait keterbatasan anggaran karena mahasiswa masih harus mengeluarkan biaya mandiri.
2. Kesulitan regulasi yang dihadapi PTKIS dalam mengajukan penambahan Program Studi (Prodi) Umum.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Sahiron menjelaskan bahwa pihak Direktorat telah berupaya keras memperjuangkan pembukaan prodi umum bagi PTKIS. Namun, kendala utamanya terletak pada belum adanya Nota Kesepahaman (MoU) lintas kementerian terkait hal tersebut—sebuah tantangan tersendiri mengingat perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbudristek saat ini justru dapat mengajukan pembukaan prodi keagamaan.
Sementara itu, perwakilan dari STIT Al-Mubarok menanyakan perihal lamanya proses pengajuan penambahan Program Studi baru (seperti Prodi Manajemen Bisnis Syariah) melalui aplikasi SIPRO.
Menjawab pertanyaan tersebut, Prof. Sahiron memaparkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 400 PTKI di seluruh Indonesia yang mengajukan pembukaan prodi baru secara bersamaan. Tingginya volume pengajuan ini menuntut proses verifikasi, evaluasi, dan koreksi berlapis dari berbagai pihak terkait guna memastikan standar mutu prodi yang dibuka benar-benar terjaga.
Komitmen Tindak Lanjut STIT Darul Ulum Lampung
Melalui partisipasi dalam Forum Strategis PTKIS Lampung Tahun 2026 ini, Civitas Akademika STIT Darul Ulum Lampung mendapatkan berbagai wawasan strategis terkait arah kebijakan Diktis Kemenag RI. Hasil dari forum ini akan menjadi landasan penting bagi STIT Darul Ulum Lampung dalam merumuskan langkah tindak lanjut di tingkat internal—mulai dari penyiapan mahasiswa dalam program magang terstruktur, peningkatan literasi AI bagi staf tendik, hingga dorongan bagi para dosen untuk aktif mengakses hibah penelitian Litapdimas serta program beasiswa studi lanjut.
Jurnalis : Kelana003

=========================================












