MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Di tengah keterbatasan ekonomi, Hendi Romadoni, S.H., M.H., C.MSP membuktikan bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di dunia pendidikan. Putra seorang petani asal Desa Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan itu sukses menyandang predikat Mahasiswa Berprestasi sekaligus Lulusan Program Magister (S2) Tercepat pada Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda (STIHPADA) Palembang.
Hendi menyelesaikan pendidikan Magister Hukum hanya dalam waktu 1 tahun 7 bulan, sebuah capaian yang menjadikannya salah satu lulusan tercepat pada wisuda tahun ini.
Prestasi tersebut diumumkan dalam prosesi wisuda STIHPADA yang meluluskan 467 mahasiswa, terdiri atas 389 lulusan Program Sarjana (S1) dan 78 lulusan Program Magister (S2). Dari ratusan lulusan tersebut, hanya empat mahasiswa yang dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi, dua dari jenjang S1 dan dua dari jenjang S2.
Bagi Hendi, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan akademik, tetapi juga pembuktian bahwa anak dari keluarga sederhana mampu bersaing dan meraih prestasi di pendidikan tinggi.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang petani juga mampu meraih pendidikan tinggi dan berprestasi. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak pernah menyerah mengejar cita-cita,” ujar Hendi usai menerima penghargaan.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak STIHPADA Palembang menyerahkan Sertifikat Penghargaan Mahasiswa Berprestasi yang diberikan langsung oleh Ketua STIHPADA, disertai penghargaan berupa uang pembinaan.
Perjalanan Hendi menjadi inspirasi tersendiri. Lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga petani di Desa Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, ia tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Keterbatasan ekonomi tidak membuatnya surut, tetapi justru menjadi motivasi untuk terus belajar, bekerja keras, dan menyelesaikan studi dengan hasil terbaik.
Prestasi yang diraih Hendi tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga masyarakat Banyuasin dan Sumatera Selatan. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh ketekunan, disiplin, dan kemauan untuk terus berjuang.
Melalui wisuda tahun ini, STIHPADA Palembang kembali menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum dan pembangunan masyarakat. Di antara ratusan wisudawan, nama Hendi Romadoni muncul sebagai simbol bahwa mimpi besar dapat lahir dari desa, bahkan dari keluarga petani, dan diwujudkan melalui pendidikan.
Lead alternatif yang lebih kuat untuk media nasional:
Tak banyak yang mampu menuntaskan studi Magister Hukum hanya dalam waktu 1 tahun 7 bulan. Lebih sedikit lagi yang berhasil melakukannya dengan latar belakang sebagai anak petani. Itulah yang dibuktikan Hendi Romadoni, putra asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi sekaligus lulusan S2 tercepat pada Wisuda STIHPADA Palembang 2026.(H Rizal).

=========================================












