MEDIABBC.co.id, Palembang – Di tengah sorotan publik terhadap citra organisasi kemasyarakatan (ormas) yang kerap dikaitkan dengan stigma negatif, Dewan Pimpinan Daerah Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan justru mengambil langkah tak biasa.

Ketua Umum DPD PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, memberangkatkan 64 pengurus dan anggota untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis. Pemberangkatan dilakukan dalam tiga kloter: 26 Februari 2026, 24 Maret 2026, dan 2 April 2026. Gelombang berikutnya dijadwalkan kembali pada Juli mendatang.

Program ini bukan sekadar agenda simbolik. Yusuf menyebutnya sebagai bagian dari reposisi organisasi: dari yang selama ini kerap dipersepsikan keras, menjadi ormas berbasis pembinaan spiritual dan penguatan ekonomi anggota.
“Selama ini ormas sering dilabeli negatif. Kami ingin membalik persepsi itu dengan kerja nyata,” kata Yusuf, Jumat (13/2/2026).
Langkah PMPB Sumsel dinilai sebagai upaya membangun citra baru organisasi melalui pendekatan keagamaan. Yusuf bahkan menargetkan sedikitnya 10 anggota diberangkatkan umrah setiap bulan, selama program tersebut memungkinkan untuk dijalankan.
Ia menegaskan, seluruh peserta dipilih tanpa kedekatan personal. “Tidak ada pilih kasih. Ini untuk anggota yang selama ini aktif dan loyal,” ujarnya.
Di internal organisasi, kebijakan ini dipandang sebagai bentuk penghargaan konkret terhadap kader. Ilyas Arivai (63), pengurus bidang keagamaan DPD PMPB Sumsel, menyebut keberangkatan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar janji.
“Beliau tidak banyak bicara, tapi banyak berbuat,” ucapnya.
Sementara itu, Nurlaila (78), jamaah tertua dalam rombongan, mengaku tidak pernah membayangkan bisa berangkat ke Tanah Suci. “Saya sudah lama ingin umrah, tapi tidak mampu. Ini seperti mimpi,” katanya.
Yusuf tidak menampik bahwa organisasi masyarakat sering dipandang sebelah mata. Namun, ia menilai perubahan citra tidak cukup hanya dengan pernyataan, melainkan harus dibuktikan lewat program berkelanjutan.
Selain pembinaan spiritual, PMPB Sumsel juga mengembangkan program ekonomi kerakyatan, termasuk penguatan UMKM anggota seperti usaha bata merah dan sektor informal lainnya.
“Kami ingin organisasi ini bermanfaat. Bukan hanya bagi anggota, tapi juga masyarakat,” ujar Yusuf.
Langkah PMPB Sumsel ini menarik perhatian karena di tengah meningkatnya pengawasan publik terhadap aktivitas ormas, pendekatan berbasis spiritual dan ekonomi dinilai bisa menjadi model transformasi organisasi sosial di daerah. (H Rizal).












