MEDIABBC.co.id – Palembang – Fakultas Hukum Universitas Tamansiswa Palembang (Unitas Palembang) menggelar Ujian Tengah Semester (UTS) Pendidikan Latihan dan Kemahiran Hukum (PLKH) melalui praktik peradilan semu di ruang sidang kampus, Sabtu (18/04/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kemampuan praktik mahasiswa menghadapi dunia peradilan yang sesungguhnya.
UTS PLKH tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Unitas Palembang, Dr. Rika Destiny Sinaga, SH., MH., Ketua Program Studi Rosida Diani, SH., MH., serta dosen Siti Rochayati, SH., MH.
Dekan Fakultas Hukum, Dr. Rika Destiny Sinaga, menegaskan bahwa praktik peradilan semu merupakan bagian strategis dalam sistem pembelajaran hukum berbasis praktik.
“Mahasiswa tidak hanya diuji secara teoritis, tetapi juga dilatih berpikir kritis, membangun argumentasi yuridis, serta menjunjung tinggi etika profesi hukum sebagaimana di pengadilan yang sebenarnya,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan PLKH, mahasiswa menjalankan berbagai jenis simulasi perkara, mulai dari peradilan pidana, perdata, agama, hingga tata usaha negara (TUN). Seluruh peran dalam persidangan diperankan langsung oleh mahasiswa, mulai dari hakim, jaksa penuntut umum, penasihat hukum, panitera, hingga para pihak yang berperkara.
Proses persidangan pun dijalankan secara utuh dan sistematis, meliputi pembacaan dakwaan, pemeriksaan saksi dan alat bukti, penyampaian tuntutan, pledoi, hingga pembacaan putusan.
Menurut Rika, kegiatan ini menjadi jembatan penting antara teori di ruang kelas dengan realitas praktik hukum di lapangan. Dengan suasana ruang sidang yang dirancang menyerupai pengadilan, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara langsung dinamika dan tanggung jawab profesi hukum.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mencetak lulusan yang tidak hanya paham teori, tetapi juga siap terjun secara profesional,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa, Susanto, mengaku kegiatan PLKH memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memahami praktik hukum secara nyata.
“Sebelum UTS ini, kami telah mendapatkan pembimbingan dari praktisi seperti hakim, jaksa, dan advokat. Ini sangat membantu kami memahami proses hukum secara langsung,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting setelah lulus nanti.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman dari PLKH ini dapat kami implementasikan di dunia kerja,” pungkasnya.
(Jack)













