News  

Domino Naik Kelas: Dari Pos Ronda ke Panggung Prestasi Nasional, Sumatera Berebut Tiket di Palembang

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG– Jika dulu domino identik dengan canda di pos ronda, kini permainan itu menuntut fokus setara catur dan ketajaman analisis layaknya olahraga strategi. Di Aula Serbaguna Persada, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, ratusan atlet dari berbagai provinsi di Sumatera berkumpul bukan untuk sekadar bermain, melainkan bertarung memperebutkan satu hal: legitimasi prestasi.

Kejuaraan Seleksi Se-Sumatera yang digelar oleh Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) menjadi panggung penting dalam transformasi domino sebagai cabang olahraga intelektual yang tengah menuntut pengakuan lebih luas di tingkat nasional.

Ajang ini secara resmi dibuka oleh tokoh nasional sekaligus Ketua Bidang Humas PB ORADO, Jhon LBF. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa domino tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.Minggu,(15/02/2026).

“Ini bukan lagi sekadar permainan santai. Domino hari ini adalah olahraga strategi dan kecerdasan. Yang bertanding di sini bukan hanya soal kartu di tangan, tetapi soal membaca lawan, mengatur tempo, dan menjaga mental,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Berbeda dari citra lama yang melekat, kompetisi ini digelar dengan sistem pertandingan resmi, regulasi ketat, serta pengawasan wasit berlisensi. Setiap langkah diperhitungkan. Setiap keputusan menentukan.

Para peserta datang membawa misi ganda: mengamankan tiket menuju kejuaraan nasional sekaligus membuktikan bahwa Sumatera adalah lumbung atlet domino potensial.

Dipilihnya Palembang sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal memiliki kultur olahraga yang kuat serta pengalaman menggelar event berskala besar. Aula Serbaguna Persada pun dipenuhi atlet, ofisial, dan komunitas domino yang menyemarakkan atmosfer kompetisi.

Seleksi regional ini menjadi bagian dari strategi besar ORADO dalam membangun ekosistem olahraga domino yang terstruktur mulai dari pembinaan daerah, kompetisi berjenjang, hingga kejuaraan nasional.

Lebih dari sekadar turnamen, event ini adalah langkah konsolidasi. ORADO ingin memastikan bahwa domino berdiri sejajar dengan cabang olahraga lain yang lebih dulu mapan.

Sejumlah tokoh turut hadir memberi dukungan, di antaranya Ketua KONI Palembang Anton Nurdin, Ketua ORADO Sumsel R. Reza Farisyi, Sekretaris ORADO Palembang Johanes Firano, Bendahara Syahril Muhamad, serta jajaran pengurus ORADO pusat dan daerah, termasuk perwakilan ORADO DKI Jakarta.

Di balik perebutan tiket nasional, seleksi ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas daerah. Atlet dari Aceh hingga Lampung saling beradu kemampuan, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Momentum ini menandai babak baru perjalanan domino Indonesia. Dari permainan rakyat menjadi olahraga prestasi, dari hiburan menjadi ajang intelektual.

Dan dari Palembang, langkah menuju panggung nasional itu dimulai.(Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *