Pada kesempatan itu, Wakil Kepala DPMPTSP DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto, memaparkan bahwa nilai investasi yang masuk periode Januari–September 2025 telah mencapai Rp204,2 triliun, menunjukkan laju investasi yang semakin solid di tahun berjalan.
PMDN Mendominasi: Jakarta Catat Kontribusi Tertinggi Nasional
Dari total realisasi Rp204,2 triliun tersebut, kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp131,2 triliun, atau setara 16,6 persen dari total nasional. Ini menempatkan Jakarta sebagai daerah dengan realisasi PMDN tertinggi di Indonesia.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode yang sama turut menunjukkan performa kuat dengan nilai Rp73 triliun. Kombinasi keduanya membuat capaian triwulan III 2025 telah memenuhi 80,06 persen dari target investasi nasional Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp255 triliun.
“Dengan capaian ini, kami optimis angka realisasi investasi akan terus melonjak hingga penutupan tahun 2025,” ujar Herizkianto.
Sektor Pendorong: Transportasi, Pergudangan, Perdagangan, dan Telekomunikasi
Menurut Herizkianto, sejumlah sektor strategis menjadi motor penggerak investasi Jakarta pada triwulan III 2025. Di antaranya:
-
Transportasi dan Pergudangan
-
Telekomunikasi
-
Perdagangan dan Reparasi
-
Berbagai sektor jasa lain yang mendukung perekonomian kota
Arah investasi tersebut sejalan dengan target pembangunan dalam RPJMD Jakarta 2025–2029, yang menekankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis jasa modern dan infrastruktur terintegrasi.
“Dari peningkatan ini, kami berharap Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai pusat investasi nasional yang kompetitif,” tambahnya.
Peta Potensi Investasi Jakarta: Mengarahkan Pengembangan Kota Secara Presisi
Sebagai bagian dari strategi perencanaan berbasis kawasan, DPMPTSP DKI menyusun Peta Potensi Investasi Jakarta—sebuah dokumen komprehensif yang memetakan sumber daya, peluang usaha, dan keunggulan kompetitif di tiap wilayah kota.
“Peta Potensi ini disusun agar arah pembangunan dan investasi lebih tepat sasaran, sesuai karakteristik wilayah,” jelas Herizkianto.
Dalam dokumen tersebut, Pemprov DKI juga menetapkan enam sektor unggulan:
-
Kesehatan
-
Real Estate
-
Pertanian dan Perikanan
-
Transportasi dan Pergudangan
-
Informasi dan Komunikasi
-
Akomodasi serta Makanan dan Minuman
Peluang investasi yang ditawarkan meliputi pengembangan rumah sakit internasional, telemedicine, kawasan TOD, budidaya laut berkelanjutan, logistik modern, pusat data (data center), layanan AI dan cyber security, hingga destinasi MICE dan ekowisata unggulan.
Jakarta Investment Award 2025: Apresiasi bagi Pelaku Usaha
DPMPTSP DKI juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Jakarta Investment Award (JIA) 2025) pada 10 November 2025. Ajang ini merupakan bentuk penghargaan kepada pelaku usaha yang taat melaporkan kegiatan penanaman modal serta dinilai berkontribusi bagi pembangunan kota.
Dengan tema “Menguatkan Daya Saing Global Jakarta melalui Investasi Berkualitas”, JIA 2025 juga menjadi sarana memperkuat sinergi Pemprov DKI dengan dunia usaha.
Gerbang Investasi Terintegrasi: 49 Service Point Beroperasi 2026
Untuk mempercepat layanan perizinan dan investasi, Pemprov DKI terus mengembangkan 49 service point di seluruh kota. Unit layanan ini merupakan bagian dari inisiatif Gerbang Investasi Terintegrasi, yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2026.
Sistem ini dirancang agar investor dapat:
-
berkonsultasi,
-
mengajukan perizinan,
-
memantau proses investasi secara digital, cepat, dan transparan.
Dalam pendekatan Pentahelix, kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, masyarakat, dan media dianggap kunci memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan.
“Jakarta berkomitmen memfasilitasi investasi yang Faster, Simpler, Smarter sebagai fondasi menuju visi TOP 50 Global City 2030 dan TOP 20 Global City 2045,” tegas Herizkianto.
Peran Balkoters: Sinergi Pemerintah dan Media
Ketua Koordinatoriat Wartawan Balaikota, Sammy Edward Watimena, mengapresiasi kehadiran DPMPTSP dalam membangun komunikasi dan kemitraan strategis dengan para jurnalis.
“Kami berharap kolaborasi ini berkelanjutan. Forum seperti ini memperkuat peran media dalam mendukung capaian Dinas PMPTSP,” ujar Sammy.
Acara juga menghadirkan dua anggota Balkoters, yakni Yon Parjiono (SuaraKarya.id) dan Rizky Basuki Rahmat (RRI.id), yang menyampaikan pandangannya terkait pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan media dalam memperkuat ekosistem informasi publik.
Jurnalis : kln003













