MediaBBC.co.id, PALEMBANG – Tekanan terhadap Disnakertrans Sumsel untuk membuka hasil investigasi maut di PT Pamapersada Nusantara (PTBA) semakin memuncak. Presidium Jaringan Aktivis 98 (JA 98) Sumatera Selatan kini resmi menggandeng Media BBC untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.
Ketua Presidium JA 98 Sumsel, Ramogers, SH., dengan tegas memperingatkan agar Disnakertrans berhenti bersandiwara dengan alasan “verifikasi”.
“Barang ini sudah terjadi, nyawa sudah melayang. Saya tegaskan, jangan jadikan istilah verifikasi sebagai tameng untuk menutupi fakta. Jika transparansi ini tetap dihambat, saya sudah instruksikan seluruh jaringan JA 98 untuk mengambil langkah organisasi yang lebih besar!” tegas Ramogers, SH.
Tokoh Aktivis 98 ini juga menginstruksikan sekretarisnya, Rizky, beserta seluruh jaringan JA 98 untuk memantau ketat pergerakan Disnakertrans. Menurut Ramogers, SH., jika transparansi ini tetap dihambat, maka JA 98 tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah-langkah organisasi yang lebih besar
BACA JUGA : Disnaker Masih Verifikasi K3 PT Pama, Koordinasi Legislatif Disorot
Pimpinan Umum Media BBC, Nopri (Macan Tutul), memperkuat pernyataan tersebut dengan meninjau dari sudut pandang aturan internasional. Ia mengingatkan bahwa K3 adalah hak asasi yang diawasi oleh badan dunia.
“Pihak Disnaker harus paham, standar K3 itu ada di bawah pengawasan internasional ILO dan WHO. Prinsipnya jelas: Tidak ada kecelakaan kerja yang tidak bisa dicegah. Jika sampai ada nyawa melayang, berarti ada sistem yang gagal atau sengaja dilanggar. Menutupi hasil investigasi sama saja dengan melanggar prinsip kesehatan dan keselamatan kerja global yang ditetapkan WHO,” ujar Nopri dengan nada tinggi.
Nopri juga menambahkan bahwa Media BBC tidak akan tinggal diam melihat nyawa pekerja seolah tidak berharga di mata birokrasi.
“Kami akan segera melayangkan surat konfirmasi resmi kepada Gubernur Sumsel, H. Herman Deru. Kami ingin melihat, apakah Pemprov Sumsel berani tegas atau justru membiarkan standar internasional ini dikangkangi oleh kepentingan tertentu,” tambahnya (Red/BBC)












