News  

Kejurcab Serentak di 17 Daerah, Sumsel Jadi Role Model Pembinaan Domino Nasional

oplus_1024

MEDIABBC.co.id, Palembang – Langkah berani dilakukan Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) dalam mempercepat profesionalisasi olahraga domino.

Untuk pertama kalinya Kejuaraan Cabang (Kejurcab) domino digelar serentak di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, Minggu (15/2/2026), menjadikan provinsi ini sebagai laboratorium pembinaan atlet berbasis sistem terintegrasi.

Tak sekadar turnamen, Kejurcab ini dirancang sebagai bagian dari grand design pembinaan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) April 2026. Ribuan peserta bertanding dalam sistem resmi organisasi, melalui mekanisme seleksi dan pemetaan potensi atlet secara terstruktur dari level daerah hingga provinsi.

Ketua PB ORADO, Yooky Tjahrial, menegaskan bahwa model kompetisi serentak ini menjadi tonggak penting dalam transformasi tata kelola domino nasional.

“Sumatera Selatan menunjukkan bahwa pembinaan tidak bisa lagi sporadis. Harus sistematis, terkoordinasi, dan berjenjang. Kejurcab serentak ini adalah implementasi nyata dari konsolidasi organisasi yang solid,” tegasnya.

Menurut Yooky, domino bukan sekadar permainan rekreatif. Ia menyebut olahraga ini menuntut kemampuan analitis, kalkulasi probabilitas, konsentrasi tinggi, hingga kontrol emosi—kompetensi yang hanya bisa diuji melalui kompetisi resmi dan terstandar.

Senada, Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi, menyebut keberhasilan penyelenggaraan serentak di 17 daerah memperkuat legitimasi domino sebagai cabang olahraga prestasi.

“Ini bukan hanya soal pertandingan. Ini tentang membangun persepsi publik bahwa domino dikelola dengan sistem, regulasi, dan standar pembinaan yang jelas. Sumsel memberi contoh konkret bagaimana ekosistem kompetisi dibangun secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelaksanaan Kejurcab dikoordinasikan langsung oleh Federasi Olahraga Domino Nasional Provinsi Sumatera Selatan (Pengprov ORADO Sumsel) di bawah kepemimpinan M. Reza Farisyi bersama jajaran pengurus provinsi dan cabang di 17 kabupaten/kota.

PB ORADO memastikan model serupa akan direplikasi di provinsi lain sebagai bagian dari penguatan sistem kompetisi nasional. Dengan pendekatan berbasis tata kelola modern dan pembinaan berjenjang, organisasi menargetkan lahirnya atlet-atlet domino yang mampu bersaing di panggung nasional bahkan membuka peluang menuju pengakuan yang lebih luas bagi domino sebagai olahraga strategi berbasis kecerdasan.

Sumatera Selatan kini bukan hanya tuan rumah kejuaraan. Ia telah memposisikan diri sebagai pionir transformasi domino Indonesia.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *