MEDIABBC.co-id – PALEMBANG — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) di tengah musim kemarau panjang. Memburuknya kualitas udara hingga mencapai kategori berbahaya ini memicu respons keras dari organisasi masyarakat dan komunitas kemanusiaan.
Ketua DPD Organisasi PASTI Sumsel, Andi Adelia, S.E., S.H., mendesak pemerintah agar segera menetapkan status karhutla di Sumsel sebagai Bencana Nasional. Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat besarnya dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, hingga terganggunya proses belajar mengajar.
“Pemerintah harus memberikan pengawasan ketat dan sanksi tegas, termasuk mencabut izin konsesi perusahaan yang lahannya terbukti berulang kali terbakar secara sengaja,” tegas Andi Adelia saat berdiskusi dengan insan media di Palembang, Jumat (9/10/2026).
Selain penindakan tegas terhadap korporasi, Adelia mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk penanganan darurat kesehatan. Ia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas kesehatan darurat, pembagian masker medis secara masif, hingga evakuasi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia ke lokasi yang aman dari polusi asap.
“Pemerintah harus bergerak cepat menyalurkan masker dan mendirikan rumah-rumah oksigen. Langkah darurat ini vital untuk meminimalkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya bagi bayi, anak-anak, dan lansia,” lanjut sosok yang juga berprofesi sebagai wartawan dan advokat tersebut.
Adelia menambahkan, pemerintah pusat dan daerah perlu mengoptimalkan bantuan anggaran, personel, serta logistik untuk memperkuat operasi pemadaman darat maupun udara di titik-titik rawan Sumsel. Ia juga berharap penanganan karhutla tidak sekadar reaktif, melainkan diiringi langkah pencegahan jangka panjang dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat adat dan lokal.
(Jack)

=========================================












