MEDIABBC.co.id | JAKARTA – Popularitas bukan sekadar angka bagi Aesthetic. Grup band asal Cikarang, Jawa Barat ini justru menemukan energi baru untuk eksis di industri musik Indonesia setelah melihat antusiasme penggemar yang rela mengantre demi sebuah foto bersama.
Beranggotakan Rafie Muzaki (Vokal), Naufal Tala Musthofa (Gitar), Juan Fernanda (Gitar), Elbert Suhut (Bass), dan Khairul Kusuma (Drum), Aesthetic sepakat untuk membawa karya mereka ke level yang lebih serius.
“Bukan bermaksud sombong, tapi kami pernah punya pengalaman haru saat penggemar antre hanya untuk foto bersama. Dari situ kami merasa musik Aesthetic bisa diterima di telinga pencinta pop Indonesia,” ujar Rafie, sang vokalis.
Demi menjaga kualitas, Aesthetic tidak main-main dalam berkarya. Rafie mengisahkan bagaimana para personel pernah menghabiskan waktu hingga 12 jam non-stop di dalam studio rekaman untuk meramu lagu agar terdengar sempurna.
Perjalanan mereka pun tidak instan. Dimulai sejak delapan tahun lalu, Aesthetic telah mencicipi panggung dari kafe ke kafe hingga mengikuti berbagai festival musik.
Di balik kesuksesan mereka, terselip pengalaman unik sekaligus pahit saat masih duduk di bangku sekolah. Rafie mengenang momen ketika bandnya memenangkan sebuah lomba musik atas nama sekolah, namun justru dimintai “uang bagi hasil” oleh oknum pendidik.
“Waktu menang, ada oknum guru yang minta pengertiannya untuk berbagi ‘keuntungan’ manggung. Akhirnya tiap personel urunan Rp200 ribu. Kesalnya ada, tapi kalau diingat sekarang terasa lucu saja. Mungkin karena saat itu kami masih remaja,” kenangnya sambil tertawa.
Target Ambisius dan Rencana Lagu Religi
Saat ini, Aesthetic tengah gencar mempromosikan single terbaru mereka bertajuk “Sisa Suara”. Lagu ini dirancang tidak hanya untuk performa panggung, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi soundtrack sinetron.
Selain itu, mereka juga memiliki tembang berjudul “Lakara” yang berisi memori masa sekolah, tetap dengan balutan warna musik pop yang kental.
Tak ingin muluk-muluk, untuk tahap awal Aesthetic menargetkan wilayah Jawa dan Bali sebagai sasaran promosi utama. Menariknya, dalam waktu dekat mereka juga berencana merilis lagu religi.
“Tetap kami push untuk terus berkarya, walaupun di tengah keterbatasan waktu,” tutup Rafie optimis.
(Redaksi)










