=========================================

Miriis ! Krisis Air Bersih Bertahun-tahun: Warga Kenten “Semprot” PERUMDA Tirta Betuah, Spanduk Protes Air Bersih Terpasang di Sejumlah Titik

MEDIABBC.co.id – BANYUASIN, SUMSEL – Kekecewaan warga di kawasan Kenten, Kabupaten Banyuasin, memuncak. Mereka memasang spanduk protes bertuliskan “Selamat Datang di Kawasan Sulit Air Bersih” di sejumlah titik sebagai bentuk sindiran keras terhadap buruknya pelayanan air bersih.

Aksi ini ditujukan kepada PERUMDA Tirta Betuah dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang dinilai lamban serta abai dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama bertahun-tahun.

Seorang warga berinisial (F) mengungkapkan, pemasangan spanduk telah berlangsung beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah terdampak, seperti Kelurahan Kenten, Sei Sedapat, Azhar, dan sekitarnya.

“Kami sengaja pasang spanduk agar DPRD, Tirta Betuah, Pemkab Banyuasin, Pemprov Sumsel hingga pemerintah pusat tahu kondisi yang kami alami. Ini sudah belasan tahun tidak ada perubahan,” ujarnya kepada media, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, masyarakat tidak lagi membutuhkan janji, melainkan tindakan nyata. Air bersih, kata dia, merupakan kebutuhan mendasar yang hingga kini belum terpenuhi secara layak.

“Kami butuh kerja nyata, bukan sekadar wacana dan pencitraan. Kalau Tirta Betuah tidak mampu, kami berharap bisa dialihkan ke layanan Tirta Musi Palembang agar kebutuhan air kami terpenuhi,” tegasnya.

Warga juga mendesak DPRD dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami minta perhatian serius, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto, agar masalah ini tidak terus berlarut-larut. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban,” tambahnya.

Lebih memprihatinkan, warga mengaku tetap membayar tagihan air sekitar Rp60 ribu per bulan, meski aliran air hanya mengalir 3–4 kali dalam sebulan. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan harian, mereka harus membeli air tambahan hingga ratusan ribu rupiah.

Warga menilai kondisi ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mencerminkan lemahnya pelayanan publik dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Mereka berharap persoalan distribusi air bersih ini segera menjadi prioritas dan ditangani secara serius, transparan, serta berkelanjutan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *