MEDIABBC.co.id – MUNTOK – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Sabtu (14/3/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau serangkaian program penguatan fasilitas dan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Agenda dimulai dengan peninjauan pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Fasilitas ini diproyeksikan untuk meningkatkan standar kualitas layanan sanitasi dan penyajian makanan bagi para warga binaan.
Selanjutnya, Gunawan didampingi Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, memantau langsung program ketahanan pangan yang memanfaatkan lahan area rutan. Salah satu sektor unggulannya adalah peternakan ayam petelur yang dikelola secara profesional oleh para warga binaan.
Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, menjelaskan bahwa program peternakan ini dirancang sebagai inkubator bisnis bagi WBP. Mereka diajarkan standar peternakan modern, mulai dari higienitas kandang hingga teknik pemeliharaan unggas agar terhindar dari penyakit.
“Kami ingin mencetak wirausahawan baru di sektor peternakan. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi turun tangan langsung mengelola siklus peternakan secara profesional,” ujar Andri Ferly.
Apresiasi senada disampaikan Gunawan Sutrisnadi. Ia menegaskan bahwa pembinaan kemandirian seperti budidaya ayam negeri ini adalah langkah nyata untuk mengikis stigma negatif terhadap warga binaan.
“Program ini memberikan bekal keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Kami ingin masyarakat melihat Rutan sebagai tempat untuk belajar dan berkembang, bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman,” tegas Gunawan.
Bekali Keahlian Spiritual Melalui Sertifikasi Pemulasaran Jenazah
Selain sektor ekonomi, Rutan Muntok juga memberikan pembinaan kerohanian melalui pelatihan pemulasaran jenazah yang dibimbing oleh Habib Muhammad Baghir Al Kaff. Menariknya, para peserta yang kompeten akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti keahlian.
“Sertifikat ini membuktikan keterampilan mereka diakui dan sesuai syariat. Jadi, saat kembali ke masyarakat nanti, mereka membawa bekal nyata yang sangat dibutuhkan lingkungan,” tambah Andri Ferly.
Dari sisi keamanan, Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Alex Rizki Wijaya, menyebutkan bahwa banyaknya aktivitas positif seperti ini sangat membantu menjaga kondusivitas rutan.
“Aktivitas positif membentuk pola pikir yang positif pula bagi WBP. Secara tidak langsung, ini adalah strategi keamanan yang efektif untuk menjaga stabilitas di Rutan Muntok,” kata Alex.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan momen hangat buka puasa bersama antara petugas, warga binaan, dan pihak keluarga, yang diharapkan mampu mempererat silaturahmi dan memberikan dukungan moral bagi para WBP.
(Redaksi)












