Di tengah kepanikan dan duka warga, respons cepat datang dari PMPB Sumsel bersama jajaran Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu.
Di bawah komando Ketua Umum M. Yusuf Malaya, organisasi ini langsung bergerak ke lokasi, memastikan para korban tidak berjuang sendirian.
Tak menunggu lama, bantuan tahap pertama langsung disalurkan pada malam pertama pascakebakaran berupa makanan siap saji untuk berbuka puasa dan sahur. Keesokan harinya, bantuan lanjutan dikirimkan dalam bentuk paket sembako lengkap dan uang tunai.
Sekretaris Jenderal PMPB, Sopan Sopian, yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa langkah cepat tersebut adalah instruksi langsung dari Yusuf Malaya.
“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan. Ini soal kepedulian dan kehadiran kami di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.
Setiap kepala keluarga menerima beras 20 kilogram, mi instan, minyak goreng, gula, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan uang tunai juga diberikan untuk membantu meringankan beban para korban yang kehilangan harta benda.
Langkah PMPB Sumsel ini mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Plt Lurah Lawang Kidul, H. Wiyanta, menyatakan bahwa kepedulian tersebut menjadi suntikan moral bagi warga yang sedang terpuruk.
“Rumah yang terbakar ada tiga unit dan delapan terdampak. Korban jiwa nihil. Kami sangat mengapresiasi bantuan ini,” ujarnya.
Tak hanya memberikan bantuan, PMPB Sumsel juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap musibah kemanusiaan di Sumatera Selatan — mulai dari kebakaran, banjir hingga longsor.
Ketua RT 11 RW 03, Aan, menyebut bantuan tersebut datang di saat yang sangat dibutuhkan.
“Warga kami benar-benar terbantu, terutama untuk kebutuhan makan sahur dan berbuka. Ini bukti nyata kepedulian,” katanya.
Sementara itu, salah satu korban, Anshori, mengaku bantuan tersebut menjadi harapan di tengah kondisi sulit.
“Kami bersyukur tidak sendirian. Terima kasih kepada Bapak Yusuf Malaya dan jajaran,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan penggunaan kompor gas di kawasan padat penduduk. Namun di balik musibah tersebut, publik juga menyaksikan bagaimana organisasi kemasyarakatan seperti PMPB Sumsel menunjukkan respons cepat dan kepemimpinan yang konkret.
Di saat banyak pihak masih berbicara, PNPB Sumsel memilih bergerak. Dan di tengah abu kebakaran, kepedulian itu menjadi nyala harapan baru bagi warga Lawang Kidul.(H Rizal).












