MEDIABBC.co.id, Jakarta – Produser film Dewi Amanda terus melebarkan sayap bisnisnya. Tak hanya aktif di industri perfilman, ia kini merambah usaha kecantikan hingga kuliner yang mulai menarik perhatian anak muda di Jakarta.
Nama Dewi Amanda selama ini dikenal sebagai pelaku bisnis di industri film. Kiprahnya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga menjangkau pasar Malaysia. Bahkan, sejumlah pelaku industri film di kawasan Timur Tengah mencatatnya sebagai mitra bisnis yang cukup solid.
Belakangan, Dewi mencoba peruntungan di bisnis kecantikan melalui Williams Salon. Tak berhenti di sana, ia juga menghadirkan kedai kopi bernama Williams Coffee.
Menariknya, seluruh merek usaha tersebut menggunakan nama “Williams”, yang diambil dari nama belakang sang suami, Matthew Williams.
Saat ini, Williams Coffee yang berlokasi di Tebet Timur Dalam No.65C, Jakarta Selatan, justru menjadi salah satu tempat nongkrong favorit anak muda. Kedai tersebut bahkan ramai dipadati pengunjung, terutama kalangan pelajar.
Menurut Dewi, lonjakan pengunjung mulai terasa setelah lokasi kedai dipindahkan ke kawasan Tebet.
“Setelah pindah ke sini, pengunjungnya ramai sekali. Terutama anak remaja di sekitar Tebet. Alhamdulillah, di bulan Ramadan tahun ini Williams Coffee juga banyak menerima booking untuk buka puasa bersama,” ujar Dewi (16/3/2026).
Ia menambahkan, sebagian besar reservasi datang dari kalangan pelajar, mulai dari siswa SMP hingga SMA yang ingin menggelar acara buka bersama.
Dewi menilai, salah satu kunci ramainya kedai tersebut adalah pelayanan yang menjadi perhatian utama.
“Pelayanan cepat dan tepat itu penting. Termasuk sikap ramah karyawan kepada tamu, itu sangat saya perhatikan,” katanya.
Selain pelayanan, Dewi juga mengaku cukup selektif dalam memilih tenaga kerja, terutama juru masak.
“Seleksinya lumayan ketat. Dari puluhan pelamar, hanya satu yang akhirnya bisa bergabung. Saya mempertimbangkan banyak hal, termasuk sisi psikologi calon karyawan,” jelasnya.
Meski kini fokus mengembangkan bisnis kuliner dan kecantikan, Dewi menegaskan bahwa ia tidak meninggalkan dunia film yang telah lama digelutinya.
Bahkan, tahun ini ia berencana memproduksi film dengan nilai produksi yang lebih besar.
“Bisnis film tetap jalan. Bahkan tahun ini saya ingin memproduksi film dengan nilai produksi yang besar. Industri ini menurut saya sangat menjanjikan,” ungkapnya.
Selama ini, Dewi juga dikenal sebagai distributor film Indonesia yang dipasarkan ke Malaysia. Jaringan bisnisnya bahkan mulai berkembang hingga kawasan Timur Tengah.
Tak hanya berhenti di film, Dewi juga mulai melirik peluang di industri musik.
Ia mengaku memiliki rencana untuk menggelar konser musik Indonesia di Timur Tengah dengan menghadirkan penyanyi dan band Tanah Air.
“Saya ingin eksplorasi ke industri musik juga. Rencananya ingin menggelar konser di Timur Tengah dengan membawa penyanyi dan band Indonesia yang punya pasar di sana,” ujarnya.
Menurutnya, peluang tersebut cukup terbuka karena ia sudah memahami selera pasar hiburan di kawasan tersebut.
“Karena saya sudah cukup memahami selera masyarakat di Timur Tengah,” katanya.
Meski demikian, Dewi berharap kondisi di kawasan tersebut segera kondusif agar rencananya dapat segera direalisasikan.
“Bismillah, semoga konflik di sana segera selesai. Kalau sudah kondusif, baru kita tancap gas,” pungkas produser film Waru dan Air Mata Mualaf itu.
Jurnalis : Kelana003












