MEDIABBC.co.id, Palembang – Di tengah sorotan publik terhadap citra organisasi kemasyarakatan (ormas), delapan ormas di Sumatera Selatan justru memilih jalan berbeda. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai panggung konsolidasi untuk meredam potensi konflik sekaligus membangun citra baru ormas yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pertemuan lintas ormas itu berlangsung dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Markas Besar Harimau Sumatera Bersatu (HSB), Jalan Sultan M Mansyur, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Senin (9/3/2026).
Alih-alih sekadar kegiatan seremonial Ramadhan, pertemuan ini menjadi ruang diskusi terbuka antar pimpinan ormas yang bersepakat membangun komunikasi dan solidaritas untuk menghindari gesekan di lapangan.
Ketua Umum DPP HSB, Satria Amri Ramadhan, menegaskan bahwa pembentukan Koalisi Ormas Bersatu Sumsel merupakan langkah awal membangun kultur baru dalam hubungan antarormas di daerah tersebut.
“Selama ini stigma terhadap ormas sering negatif. Melalui koalisi ini kami ingin membangun kekompakan dan membuktikan bahwa ormas bisa bersatu serta memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Amri.
Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada delapan organisasi yang bergabung dalam koalisi tersebut dan jumlah itu berpotensi bertambah karena pihaknya membuka ruang bagi ormas lain yang ingin ikut serta.
Lebih jauh, Amri menekankan bahwa tujuan utama dari koalisi ini adalah menciptakan stabilitas sosial dengan meminimalkan konflik antarormas.
“Kalau komunikasi terbangun dengan baik, potensi konflik bisa dicegah. Target kami jelas, Sumatera Selatan harus menjadi wilayah yang kondusif tanpa gesekan antarormas,” katanya.
Selain membangun solidaritas internal, koalisi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran sosial ormas di tengah masyarakat. Program kegiatan sosial disebut akan menjadi fokus utama agar keberadaan ormas terasa manfaatnya secara langsung.
Di sisi lain, tokoh ulama Sumsel Habib Amak Sihab mengingatkan bahwa ormas memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Menurutnya, organisasi masyarakat tidak boleh terjebak pada sikap yang justru menimbulkan ketegangan sosial.
“Ormas harus menjadi penyejuk. Jangan mudah terprovokasi atau diadu domba. Kehadiran mereka harus membawa manfaat dan membantu masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, HSB juga melakukan penguatan struktur organisasi dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan tingkat kecamatan di wilayah Kota Palembang.
Sebagai langkah lanjutan, Koalisi Ormas Bersatu Sumsel berencana menggelar kegiatan zikir akbar yang akan melibatkan lebih banyak organisasi masyarakat di provinsi tersebut.
Agenda tersebut diharapkan menjadi simbol awal dari konsolidasi besar ormas di Sumatera Selatan, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial di daerah itu.(H Rizal).












