MediaBbc.co.id – Palembang – setelah adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan korban jiwa di Pt.Pusri dengan kronologis jatuh dari ketinggian 10meter saat bekerja, yang sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak pt.pusri maupun dinas tenaga kerja & transmigrasi.
Menyikapi hal ini Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumatera Selatan Cabang Palembang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Disnakertrans guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan agar kecelakaan kerja ini tidak di acuhkan begitu saja karena telah berlarut lama seakan ada pihak yang menutupi insiden ini.
Dalam orasi nya, ketum gaass cabang palembang gusti hartono menyampaikan, kecelakaan kerja di pt.pusri bukan yang pertama kali nya, tapi baru kecelakaan kerja kali ini yang ter-ekspos di media itupun pihak polsek sekitar pt.pusri mengetahui kejadian ini sehari setelah adanya insiden tersebut, artinya pihak pt.pusri mencoba menutupi kejadian ini dari masyarakat.
“Kecelakaan kerja ini tidak dapat kita sepelehkan karena berhubung dengan nyawa seseorang, apalagi kesehatan,keselamatan kerja sudah di atur dalam undang-undang untuk di terapkan di perusahaan yang harus di awasi, di bina dan di evaluasi oleh dinas terkait. Apakah dinas terkait sudah menjalankan tugas nya sebelum mengeluarkan surat kelayakan K3 pada pt.pusri, jangan sampai dugaan kami benar bahwa ada proses di balik layar untuk kelayakan K3 yang di perankan antara Pt.Pusri dengan dinas terkait” Akhir orasi dari gusti.
Menanggapi tuntutan aksi, sekretaris disnakertrans beserta jajarannya menyampaikan, “untuk perkembangan investigasi insiden kecelakaan kerja ini masih dalam tahap proses perkembangan, yang dimana proses selanjutnya akan melakukan investigasi bersama dpr komisi 5, kami sangat berterimakasih karena sudah menyampaikan aspirasi ini dan semoga kita bersama-sama masih tetap mengawal permasalahan ini dengan cepat sampai tuntas”.
“Kami akan tetap mengawal permasalahan ini dan melakukan aksi jilid selanjutnya agar tidak ada lagi kelalaian antara pihak pt.pusri maupun dinas terkait untuk kelayakan k3 kedepannya”, Akhir wahyu kordinator lapangan.
(Red)













