Kisruh Medali Angkat Besi Porprov XV Sumsel: Sejumlah Kontingen Lontarkan Protes, KONI Tegaskan Keputusan Panwasrah Final

MEDIABBC.co.id, MUSI BANYUASIN — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diwarnai kisruh setelah sejumlah kontingen melayangkan protes terkait perolehan medali di cabang olahraga angkat besi.

Akar persoalan muncul karena adanya perbedaan interpretasi jumlah medali yang diperebutkan, yang dinilai oleh beberapa kontingen tidak sesuai dengan kesepakatan awal dalam Technical Handbook (THB). Mereka menuding bahwa pengurangan jumlah medali dilakukan tanpa dasar yang jelas, sehingga dianggap merugikan sejumlah atlet dan daerah peserta.

Para kontingen mendesak agar keputusan tersebut dikaji ulang, dengan menegaskan bahwa keputusan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) harus menjadi acuan utama sebagaimana tertuang dalam pedoman teknis yang telah disepakati sebelum pertandingan dimulai.

Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Umum KONI Sumatera Selatan, Tubagus Sulaiman SH MH, menegaskan bahwa KONI telah mengambil langkah cepat untuk memediasi perbedaan pandangan antar-kontingen.

“Kami memahami adanya perbedaan pendapat, tetapi kami juga harus menegaskan bahwa keputusan Panwasrah bersifat final dan mengikat. KONI Sumsel berkomitmen menjaga agar seluruh keputusan diambil berdasarkan prinsip keadilan dan sportivitas,” ujar Tubagus Sulaiman dalam keterangannya.

Ia menambahkan, KONI akan terus membuka ruang komunikasi dengan seluruh pihak yang merasa dirugikan, namun mengingatkan agar semua pihak tetap menghormati mekanisme dan hierarki keputusan dalam pelaksanaan Porprov.

Sementara itu, Kabid Humas KONI Sumsel, Daeng Supri Yanto SH MH, menjelaskan bahwa Panwasrah telah melakukan kajian teknis dan faktual di lapangan sebelum mengambil keputusan akhir soal perolehan medali.

“Keputusan Panwasrah bukan diambil secara sepihak. Semua pertimbangan, mulai dari regulasi hingga kondisi pertandingan, telah dianalisis secara mendalam. Karena itu, kami berharap semua pihak bisa menghormati keputusan tersebut,” tegas Daeng Supri Yanto.

Ia juga mengimbau agar seluruh kontingen tetap menjunjung tinggi semangat sportivitas. “Porprov ini bukan sekadar adu medali, tapi juga momentum mempererat persaudaraan antar-daerah dan mendorong prestasi olahraga Sumatera Selatan ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

KONI Sumsel menilai bahwa dinamika seperti ini kerap terjadi dalam ajang multi-event daerah. Namun demikian, lembaga tersebut menegaskan bahwa keputusan teknis sudah melalui proses formal dan harus dihormati oleh seluruh peserta.

“Tidak ada keputusan yang diambil tanpa dasar. Semua proses telah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku,” kata Tubagus menegaskan.

KONI berharap seluruh pihak dapat kembali fokus pada semangat kompetisi sehat dan tidak membiarkan polemik mengaburkan tujuan utama Porprov, yakni mencari bibit atlet terbaik yang akan mewakili Sumatera Selatan di level nasional.

Kisruh di cabang angkat besi Porprov XV Sumsel menjadi cermin penting bagi tata kelola olahraga daerah: perlunya transparansi, konsistensi aturan, dan komunikasi terbuka antara panitia, pengawas, dan peserta. Tanpa itu, semangat sportivitas bisa tergerus oleh perbedaan tafsir yang sejatinya bisa diselesaikan dengan dialog dan ketegasan regulasi.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *