MEDIABBC.co.id – MUBA – PALEMBANG – Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Organisasi Sosial dan Ekonomi Republik Indonesia (POSE RI) memberikan apresiasi sekaligus menaruh harapan besar terhadap pergantian kepemimpinan di Polres Musi Banyuasin (Muba).
Jabatan Kapolres Muba yang sebelumnya diemban oleh AKBP God Parlasro Sinaga, kini resmi beralih ke tangan AKBP Ruri Prastowo. Mutasi di lingkungan Polda Sumsel ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyegarkan institusi kepolisian di wilayah tersebut.
Ketua Umum LSM POSE RI, Desri Nago, SH, yang didampingi Kepala Biro Muba, Awam Suhendra, menegaskan bahwa Kapolres baru memiliki tantangan besar untuk menyelesaikan sejumlah “pekerjaan rumah” (PR) yang ditinggalkan pejabat lama.
“Kami mengapresiasi mutasi ini. Kami berharap AKBP Ruri Prastowo dapat menuntaskan sejumlah kasus dan catatan kelam yang hingga kini masih menjadi tanda tanya di masyarakat,” ujar Desri dalam keterangannya, Sabtu (10-01-26).
Optimisme Terhadap Integritas Kapolres Baru
Desri mengungkapkan optimismenya terhadap AKBP Ruri Prastowo. Rekam jejak Ruri saat menjabat Kapolres Banyuasin dinilai menjadi modal kuat untuk memimpin Muba dengan transparansi lebih tinggi.
“Kami yakin Kapolres Ruri mampu bekerja secara terbuka, terutama dalam menangani kasus-kasus yang selama ini seolah ‘gelap’ dan tidak ada kejelasan ujungnya,” tegas Desri.
Sederet Kasus yang Menjadi Sorotan
LSM POSE RI mencatat beberapa kasus besar yang hingga kini belum tuntas dan mendesak untuk segera diselesaikan, di antaranya:
Kasus Pembunuhan: Sejumlah kasus pembunuhan di wilayah hukum Polsek Keluang.
Ilegal Drilling di Keluang: Kebakaran sumur minyak dengan tersangka DPO atas nama Diana, yang hingga kini belum tertangkap meski dikabarkan sempat menjalankan ibadah umrah.
Ilegal Refinery di Babat Toman: Kasus kebakaran yang hingga saat ini belum menetapkan tersangka utama.
Tragedi Kaliberau: Kebakaran sumur minyak tua di Desa Kaliberau, Bayung Lencir, yang menewaskan enam orang.
Terkait kasus Kaliberau, Desri menyoroti adanya dugaan keterlibatan beberapa pihak yang hingga kini masih bebas berkeliaran.
“Masyarakat sudah bosan dengan alasan klasik bahwa kasus ‘masih dalam penyelidikan’ tanpa ada perkembangan nyata. Kami yakin di bawah kepemimpinan AKBP Ruri, kepastian hukum akan benar-benar dihadirkan di Musi Banyuasin,” pungkasnya.
Hadirnya kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat Bumi Serasan Sekate.
(Mus)













