MediaBBC.co.id – PANGKALPINANG – Aliansi Penambang Rakyat Bangka Belitung (Babel) melayangkan protes keras terhadap jajaran Direksi PT Timah Tbk. Mereka menagih janji penyesuaian harga beli timah rakyat yang dinilai tidak sebanding dengan lonjakan harga timah di pasar global.
“Mana janji Direksi PT Timah?!” seru Ali Hartono, perwakilan Aliansi Penambang Rakyat Babel, saat ditemui di kediamannya, Minggu (01/02/2026).
Ali mengungkapkan bahwa tuntutan ini didasari oleh komitmen manajemen PT Timah saat menemui tokoh masyarakat pasca-demo besar pada 6 Oktober 2025 lalu. Kala itu, direksi menjanjikan harga beli di tingkat penambang akan menyesuaikan fluktuasi harga dunia.
Harga Dunia Rekor, Harga Lokal Stagnan
Kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Saat ini, harga timah dunia telah memecahkan rekor dengan menembus angka US$ 56.000 per ton. Namun, Ali menyebut harga yang diterima para penambang lokal tetap stagnan tanpa ada kenaikan signifikan.
“Kami hanya menuntut janji Dirut PT Timah. Saat harga dunia melambung tinggi seperti sekarang, sudah seharusnya PT Timah segera melakukan penyesuaian harga. Jangan biarkan rakyat terus merugi di tengah momentum harga tinggi,” tegasnya.
Desak Evaluasi Satgas dan Peran CV
Selain soal harga, Ali juga menyoroti kinerja Satgas Pengamanan yang dianggap telah melenceng dari tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Ia menduga keberadaan Satgas saat ini bukan lagi mengamankan, melainkan melakukan “pengkondisian” yang justru menyulitkan distribusi timah rakyat.
“Tupoksi Satgas harus dievaluasi. Harusnya mereka menjamin kesejahteraan penambang sebagai bagian dari tata kelola pertimahan, bukan malah membuat aturan yang tidak jelas di lapangan,” lanjut Ali.
Senada dengan Ali, Rachman, warga Desa Teluk Limau, menekankan poin krusial lainnya terkait sistem pembelian. Ia mengingatkan janji direksi bahwa PT Timah akan membeli langsung hasil tambang dari rakyat tanpa perantara yang merugikan.
“Sesuai janji, timah harus dibeli PT Timah secara langsung. Kami meminta jangan ada lagi CV dalam bentuk apa pun yang justru menindas rakyat. CV itu selama ini hanya menjadi wadah bagi penampung, bukan penambang,” ungkap Rachman dengan nada tinggi.
Pihak PT Timah Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, redaksi telah berupaya menghubungi pihak Humas PT Timah untuk meminta konfirmasi terkait tuntutan aliansi penambang dan dugaan mandeknya janji direksi tersebut. Namun, pihak Humas enggan memberikan tanggapan apa pun.
(Redaksi)













