Yayasan Bakti Bela Negara “Gelar Panen Raya Padi PS-08 ” F-Jupnas Gisi Hadir Langsung Di Carita Banten

MEDIABBC.co.id – PANDEGLANG – Kabupaten Pandeglang semakin memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan potensial di Provinsi Banten. Hal ini ditandai dengan digelarnya panen raya perdana padi varietas unggul PS-08 berskala nasional di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Rabu (11/2/2026).

Panen raya yang dilaksanakan di atas lahan seluas 753 hektare ini merupakan inisiasi Yayasan Bhakti Bela Negara. Program ini dirancang untuk mendongkrak produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional tahun 2026.

Turut hadir dalam acara tersebut :

Mayjen TNI Rionardo (Mewakili Menteri Pertahanan) Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial,

Hj. Irna Narulita, S.E., M.M. (Mewakili Menko Pangan),Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Ahmad Zabadi, S.H., M.M. (Mewakili Menteri Koperasi) Sekretaris Kementerian Koperasi .

Prof. Dr. Anny Mulyani, M.S. (Mewakili Menteri Pertanian),Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal.

Pristiyanto, S.S., M.M., M.P. (Mewakili Menteri Koperasi) Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasokan Usaha Mikro Kementerian Koperasi,

Hj. R. Dewi Setiani, S.Sos., M.A. Bupati Pandeglang.

Brigjen Pol. Dr. Hendra Wirawan, S.H., S.I.K., M.H. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten,

Seno Adjie Ketua Umum Yayasan Bhakti Bela Negara,

M. Fachry Anggara CEO PT. Bhakti Bela Negara,

Suparwo Abdullah Sekretaris Jenderal Yayasan Bhakti Bela Negara / Ketua Pelaksana Panen Raya Padi Organik PS-08 ,

H. Sahruji, S.H. Ketua DPW Yayasan Bhakti Bela Negara Provinsi Banten,serta unsur Forkopimda pemerintah provinsi Banten.

Varietas PS-08: Tahan Hama dan Hasil Melimpah

Ketua Umum Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adji, menjelaskan bahwa varietas PS-08 memiliki keunggulan komparatif dibandingkan benih biasa. Selain tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan serangan hama, varietas ini mampu menghasilkan gabah yang sangat produktif.

“Hari ini kita panen raya padi unggul PS-08. Produktivitasnya diklaim mampu menghasilkan lebih dari 10 ton gabah per hektare. Kami berharap bibit ini menjadikan Banten sebagai provinsi pangan nasional,” ujar Seno.

Ia menambahkan, di tengah maraknya alih fungsi lahan menjadi kawasan industri, Banten masih memiliki potensi besar. Saat ini tersedia potensi lahan hingga 50.000 hektare di Pandeglang yang dapat dikembangkan secara bertahap, dengan target perluasan awal sebesar 3.000 hektare.

“Kegiatan ini tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, tetapi juga kualitas nutrisi”

Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan Gizi

Ketua umum F-Jupnas Gizi Rival Achmad Labbaika S.H (tengah) SekJen Wilayah Indonesia Tengah, Andre Dahlan (kiri),SekJen Wilayah Indonesia Barat(kiri)

Turut hadir dalam kegiatan panen raya tersebut Ketua Umum Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (F-Jupnas Gizi), Rival Achmad Labbaika S.H. bersama Sekretaris Jenderal Wilayah Indonesia Tengah, Andre Dahlan, Sekretaris Jenderal Wilayah Indonesia Barat, Danial, M.M., serta jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional, sebagai bentuk dukungan langsung insan pers dalam mengawal penguatan program ketahanan pangan nasional.

Rival menilai keberhasilan panen organik varietas PS-08 di wilayah pesisir Carita yang diinisiasi Yayasan Bhakti Bela Negara bersama kelompok tani setempat menjadi harapan baru sekaligus model percontohan bagi penguatan sektor pertanian nasional.

“Kami melihat langsung bagaimana kerja keras petani menghasilkan perubahan nyata. Inilah wajah ketahanan pangan yang sesungguhnya: dari sawah, dari desa, dari tangan-tangan petani. Proses ini didukung serta didampingi oleh Yayasan Bhakti Bela Negara melalui pengelolaan, pembinaan, dan pengawasan pertanian secara berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan panen yang konsisten dan signifikan. Kami sebagai jurnalis hadir untuk mengawal sekaligus mengangkat suara mereka agar kebijakan pemerintah tepat sasaran dan kesejahteraan petani benar-benar terwujud,” ujarnya.

perwakilan Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (F-Jupnas Gizi). In turut hadir dalam acara tersebut “Mendukung program ini untuk ketersediaan pangan yang bergizi bagi masyarakat.

Azuzetjack: Perwakilan F-Jupnas Gizi (Sumsel)

Azuzet jack perwakilan dari F- Jupnas Gizi Sumsel menyatakan dengan program ini bahwa dapat menjadi kemandirian ekonomi daerah dapat dicapai melalui inovasi pertanian organik seperti PS-08.

“Sinergi lintas sektor ini krusial untuk memastikan dan mendorong  ketersediaan pangan berkualitas tinggi bagi kesejahteraan masyarakat,mudah mudahan program ini dapat di bawah dan  laksanakan di Sumsel,selalu menyuarakan suara  petani untuk lebih meningkat dan Sejahterah “,ungkapnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *