MEDIA BBC.co.id, PALEMBANG – Kebakaran hebat meluluhlantakkan 11 rumah di RT 01 RW 01 Kemang Agung, Palembang, Kamis dinihari (12/02/2026). Sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) terdampak.
Di tengah kepanikan dan kepedihan warga, Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) Sumatera Selatan langsung bergerak tanpa menunggu lama.
Di bawah instruksi langsung Ketua Umum PMPB Sumsel, M. Yusuf Malaya, jajaran pengurus provinsi hingga kota turun ke lokasi sejak pagi hari. Bantuan darurat disalurkan: beras, sembako, mi instan, roti, kecap, air mineral hingga uang tunai diberikan langsung kepada para korban.
Langkah cepat ini bukan sekadar simbolis. PMPB menegaskan komitmennya untuk hadir di garis depan saat masyarakat mengalami krisis.
“Begitu mendapat perintah dari Ketua Umum, kami langsung bergerak. Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi memastikan warga tidak sendirian menghadapi musibah,” tegas Ketua Srikandi PMPB Sumsel, Lili Sari, di lokasi kejadian.
Nama M. Yusuf Malaya menjadi sorotan dalam aksi cepat ini. Instruksi turun langsung dari pucuk pimpinan organisasi, menggerakkan seluruh elemen: Satgas, Rescue, Srikandi, Kabid Sosial, Bendahara hingga Humas.

Panglima Satgas PMPB Sumsel, Mang Zai, menyebut tragedi ini sebagai peringatan keras bagi semua pihak.
“Kami tidak ingin ini hanya jadi berita sesaat. Kebakaran ini menghanguskan 11 rumah dan berdampak pada 15 KK. Kita harus serius soal instalasi listrik dan penggunaan kompor. Jangan sampai kelalaian kecil berujung kehilangan besar,” ujarnya lugas.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PMPB tidak hanya hadir memberi bantuan, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan.

Ketua Rescue PMPB, Maruli, memastikan tahap awal bantuan telah disalurkan berupa 15 paket sembako lengkap dengan santunan tunai.
“Ini instruksi langsung dari Bapak M. Yusuf Malaya. Tahap awal kami pastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Selanjutnya akan kami koordinasikan kembali,” katanya.

Sementara itu, melalui Kabid Humas PMPB Sumsel, Yudhit, Bendahara Umum Hj. Hilda menegaskan bahwa organisasi tidak sekadar hadir untuk dokumentasi.
“Bantuan ini memang tidak perlu disebutkan nominalnya. Yang jelas, ini bentuk kepedulian nyata. Kami datang bukan untuk formalitas,” tegasnya.

Lurah Kemang Agung, Budi Laksana, turut menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang dilakukan PMPB Sumsel. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami atas nama pemerintah kelurahan dan warga Kemang Agung mengucapkan terima kasih kepada PMPB Sumsel, khususnya kepada Bapak M. Yusuf Malaya beserta jajaran yang telah cepat tanggap membantu korban kebakaran. Kehadiran dan bantuan ini sangat meringankan beban warga kami,” ujar Budi Laksana.

Sementara itu, Ketua RT 01 sekaligus salah satu korban kebakaran, Anto Prananda, mengaku terharu atas kepedulian yang diberikan. Ia menyebut musibah tersebut datang begitu cepat dan membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang.
“Api datang sangat cepat, kami hanya bisa menyelamatkan diri dan keluarga. Rumah dan harta benda habis terbakar. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PMPB Sumsel yang langsung hadir membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kehilangan,” ungkap Anto dengan mata berkaca-kaca.
Di balik aksi kemanusiaan ini, tragedi Kemang Agung membuka fakta pahit: masih lemahnya sistem pencegahan kebakaran di lingkungan padat penduduk. Instalasi listrik yang tidak standar dan penggunaan kompor tanpa pengawasan menjadi ancaman laten.
PMPB Sumsel menilai perlu ada langkah konkret dari semua pihak, mulai dari edukasi warga hingga evaluasi instalasi listrik di kawasan rawan.
Di saat api memporak-porandakan tempat tinggal warga, solidaritas menjadi penopang utama. Namun lebih dari itu, tragedi ini menuntut ketegasan dan keseriusan agar musibah serupa tidak kembali berulang.
Dengan komando langsung dari M. Yusuf Malaya, PMPB Sumsel menunjukkan bahwa respons cepat dan kepedulian nyata masih menjadi kekuatan sosial di tengah masyarakat Palembang yang sedang berduka.(H Rizal).








