MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Organisasi kemasyarakatan Rakyat Jaya Indonesia (RAJA) resmi mengukuhkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumatera Selatan dalam agenda konsolidasi besar yang digelar di Palembang, Sabtu (14/2/2026)
Namun pelantikan ini bukan sekadar seremoni, RAJA langsung mematok target ambisius: membangun struktur hingga ke tingkat RT dan memperluas gerakan sosial berbasis akar rumput.

Ketua Umum RAJA, Bambang Mulyono, menegaskan bahwa organisasinya ingin tampil sebagai gerakan sosial yang nyata bekerja, bukan hanya hadir dalam agenda formalitas.
“Sejak awal kami dibangun dengan semangat berbagi. Gerakan ini sudah berjalan lebih dari 30 tahun sebelum berbentuk organisasi. Sekarang saatnya diperluas secara terstruktur dan masif,” ujar Bambang.
Menurutnya, RAJA menyasar kelompok masyarakat yang kerap berada di lapis paling bawah: anak yatim, pemulung, tukang becak, pengemudi ojek daring, hingga warga prasejahtera yang jarang tersentuh program berkelanjutan.
“Bagi kami, mereka bukan objek belas kasihan. Mereka saudara yang harus diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW RAJA Sumsel, Saleh Oktarian Jaya Ningrat, menyatakan pihaknya tak ingin membuang waktu. Dalam waktu dekat, DPW Sumsel akan melakukan konsolidasi di seluruh kabupaten/kota.
Targetnya jelas: membentuk kepengurusan dari tingkat DPC, anak cabang, ranting, hingga anak ranting bahkan RT.
“Organisasi harus hadir sampai ke bawah. Kalau ingin gerakan sosial ini efektif, maka strukturnya juga harus kuat sampai tingkat paling kecil,” kata Saleh.
Ia menyebut ada tiga fokus utama yang langsung dijalankan: penguatan struktur daerah, aktivasi program sosial secara rutin, serta sinkronisasi penuh dengan program Dewan Pimpinan Pusat.
Pelantikan DPW Sumsel tidak berhenti pada pengukuhan pengurus. Ratusan penerima manfaat—termasuk anak yatim dan warga kurang mampu—langsung menerima bantuan sosial dalam agenda yang sama.
Langkah ini dinilai sebagai penegasan bahwa RAJA ingin membangun citra sebagai organisasi yang bekerja di lapangan, bukan sekadar berbasis wacana.
“Kita tidak ingin hanya bicara. Kita ingin masyarakat merasakan langsung kehadiran organisasi,” ujar Bambang.
Dengan penguatan struktur dan konsolidasi menyeluruh di Sumatera Selatan, RAJA tampaknya tengah mempersiapkan ekspansi gerakan sosial yang lebih terorganisir dan sistematis. Tantangannya kini adalah konsistensi,mampukah semangat berbagi yang digaungkan benar-benar terjaga saat organisasi tumbuh semakin besar?
Waktu yang akan menjawab.(H Rizal).








