MEDIABBC.co.id, PALEMBANG – Aktivis pegiat demokrasi Sumatera Selatan, Nopri Macan Tutul, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Dukungan ini mengalir deras terkait adanya wacana penutupan tempat hiburan malam DA 41 Club di Kota Palembang. Nopri menyematkan “Raport Nilai 10” kepada Gubernur jika rencana penutupan tersebut benar-benar diwujudkan menjadi realita dengan kekuatan hukum tetap.
Nopri menilai langkah tegas Gubernur sangat krusial karena adanya indikasi kuat terkait dugaan peredaran narkoba di lokasi tersebut, yang dipandang sebagai bentuk nyata dari Perang Asimetris. Strategi ini diduga bertujuan melumpuhkan moral rakyat tanpa melalui peperangan konvensional. Menurutnya, narkoba disinyalir sengaja disusupkan oleh pihak berkepentingan untuk mengubah masyarakat menjadi “Zombie” yang hanya memikirkan kesenangan semata dan kehilangan etos kerja.
“Masyarakat yang sudah ketagihan hanya akan memikirkan kesenangan semata. Dampaknya, rakyat akan menjadi landai, malas bekerja, dan hidup seperti mayat hidup yang bergentayangan dalam film-film,” tegas Nopri Macan Tutul, Selasa (31/3).
Dukungan untuk menutup permanen DA 41 Club ini juga didasari oleh faktor keamanan yang sangat mengkhawatirkan. Baru-baru ini, lokasi tersebut kembali menelan korban jiwa dalam insiden pengeroyokan dan pembacokan yang diduga dilakukan oleh oknum keamanan (security) terhadap pengunjung. Nopri mengecam keras situasi ini karena seolah-olah menjadikan Sumatera Selatan seperti “Negara Texas” yang tidak memiliki aturan hukum, di mana pengunjung bahkan terpaksa melakukan pembelaan diri (Overmacht) karena terdesak.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa adanya dugaan perilaku pembiaran peredaran narkoba sangat bertentangan dengan Ideologi Pancasila, khususnya Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Nopri menuntut perhatian serius dari POLRI, BNN, hingga TNI untuk menindak tegas komunitas candu yang diduga berlindung di tempat tersebut.
“Siapa pun yang mengetahui peredaran narkoba namun diam saja, apalagi berkolaborasi, telah mengkhianati amanat undang-undang. Penutupan DA 41 Club adalah langkah mutlak untuk membersihkan Sumatera Selatan dari ancaman kehancuran moral dan ideologi bangsa,” tutupnya.(H Rizal).













