Target Juara Umum, Palembang Kirim Sinyal Keras di Kejurprov Domino Sumsel

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG Ambisi besar langsung ditegaskan sejak awal. Kontingen domino Kota Palembang tak sekadar berpartisipasi di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) I Sumatera Selatan, tetapi datang dengan satu target tegas: juara umum.

Pelepasan atlet yang berlangsung jelang keberangkatan ke Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) menjadi penanda bahwa Palembang siap mempertahankan reputasinya sebagai kekuatan utama domino di Sumsel. Tidak ada ruang untuk setengah hati.

Ketua Pengcab ORADO Palembang, Yudi Gautama, meski tidak hadir secara langsung, mengirim pesan yang menjadi garis komando tim: presisi adalah segalanya.

“Ini bukan hanya soal bermain bagus. Ini soal ketepatan dalam setiap aspek—waktu, strategi, hingga membaca momentum. Di situ juara ditentukan,” pesannya singkat namun tegas.

Absennya ketua karena agenda nasional tidak mengurangi tekanan target. Justru, internal tim semakin mengeras. Bendahara Pengcab, Syahril, secara terbuka menegaskan standar yang harus dicapai: tidak ada kompromi selain podium tertinggi.

“Palembang tidak datang untuk mencoba. Kita datang untuk menang. Kalau ingin bicara level nasional, ini panggung pembuktiannya,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Sekretaris Pengcab, Johannes Firano. Ia menilai Kejurprov kali ini bukan lagi sekadar kompetisi daerah biasa. Regulasi baru dari PB ORADO membuat pertandingan jauh lebih kompetitif dan profesional.

“Standarnya sudah naik. Aturannya lebih ketat, ritme pertandingan lebih disiplin. Ini menunjukkan domino sudah berubah menjadi olahraga serius, bukan lagi sekadar permainan santai,” jelasnya.

Dengan format baru tersebut, tekanan mental dan kemampuan membaca permainan akan menjadi faktor penentu. Palembang sendiri mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang disebut-sebut sedang dalam performa terbaik.

Kejurprov ini juga dipandang sebagai pintu menuju level yang lebih tinggi. Target berikutnya sudah disiapkan: menembus panggung nasional di Bogor.

Kini, satu pertanyaan besar muncul: apakah dominasi Palembang akan tetap bertahan, atau justru runtuh di bawah tekanan sistem baru yang lebih ketat?(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *