MEDIABBC.co.id, Palembang— Upaya partai politik merebut hati generasi muda kini makin terang-terangan. Di Palembang, DPW Partai NasDem Sumatera Selatan mulai menanam investasi politik jangka panjang lewat program “Sekolah Politik dan Remaja Bernegara” yang menyasar langsung pelajar SMA dan SMK.
Sebanyak 79 siswa terpilih dari berbagai sekolah mengikuti angkatan perdana program ini. Namun kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Para peserta langsung “dipaksa” masuk ke dalam simulasi kekuasaan: berperan sebagai anggota DPRD, kepala daerah, hingga pejabat birokrasi, lengkap dengan dinamika penyusunan hingga pengesahan peraturan daerah (Perda).

Sekretaris DPW NasDem Sumsel, Nopianto, menegaskan bahwa program ini bukan agenda lokal semata, melainkan bagian dari strategi nasional partai dalam membangun basis kader muda sejak dini.
“Ini bukan kegiatan seremonial. Ini proses kaderisasi jangka panjang. Kita ingin anak muda paham politik dari dalam, bukan hanya melihat dari luar,” ujarnya.
Langkah ini bisa dibaca sebagai respons atas dua hal: rendahnya minat generasi muda terhadap politik formal, sekaligus tingginya potensi suara Gen Z dalam kontestasi demokrasi ke depan. Dengan pendekatan edukatif dan praktis, NasDem mencoba membalik persepsi bahwa politik identik dengan konflik dan kepentingan sempit.
Menariknya, peserta direkrut secara mandiri tanpa jalur sekolah. Artinya, yang masuk adalah mereka yang memang punya ketertarikan awal terhadap dunia organisasi dan kepemimpinan. Mayoritas peserta berasal dari kalangan aktif OSIS dan pelajar berprestasi, profil yang selama ini kerap menjadi target perekrutan elite politik masa depan.
Dalam simulasi, peserta diajak merasakan langsung bagaimana rumitnya proses legislasi: dari inisiatif kebijakan, tarik-menarik kepentingan di komisi, hingga pembentukan panitia khusus. Situasi ini sengaja dirancang untuk memberi gambaran realistis bahwa politik bukan sekadar retorika, tetapi juga negosiasi dan strategi.
Tak berhenti di ruang kelas, program ini akan berlanjut ke tahap yang lebih “nyata”. Para peserta dijadwalkan mengunjungi gedung DPRD Sumsel untuk melihat langsung ritme kerja lembaga legislatif.
Bagi NasDem, ini bukan hanya soal pendidikan politik, tetapi juga upaya membangun loyalitas sejak dini. Pembinaan berkelanjutan yang dijanjikan kepada peserta membuka peluang terbentuknya jaringan kader muda yang terstruktur di masa depan.
Di tengah citra politik yang masih sering dipandang negatif, pendekatan seperti ini menjadi cara baru partai untuk mengubah narasi bahwa politik bisa menjadi ruang kontribusi, bukan sekadar perebutan kekuasaan.(H Rizal).

=========================================












