MEDIABBC.co.id, Palembang- Kabar mengenai dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum RT di sekitar operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Faskhai Mulia Indonesia dipastikan tidak benar.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala SPPG Yayasan Faskhai Mulia Indonesia, Dela Nirvananda, didampingi Nurul selaku Asisten Lapangan. Senin,(04/05/2026).
“Tidak benar adanya pungutan dalam bentuk apa pun dari oknum RT atau pihak lain terkait kegiatan dapur ini. Seluruh proses berjalan sesuai aturan dan transparan,” ujar Dela.
Ia menjelaskan bahwa hubungan antara pihak dapur dengan masyarakat sekitar justru terjalin dengan sangat baik.
Keterlibatan warga dalam kegiatan dapur menjadi salah satu faktor utama terciptanya lingkungan kerja yang aman dan kondusif.
“Relawan kami direkrut dari warga sekitar dapur. Ini membuat hubungan menjadi lebih erat, saling mengayomi seperti teman sendiri. Mereka juga ikut menjaga keberlangsungan operasional dapur,” tambahnya.
Selain membuka peluang kerja bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap, keberadaan dapur SPPG juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi lingkungan sekitar.
Dalam aspek keamanan, Dela memastikan tidak ada tuntutan khusus dari masyarakat maupun instansi terkait. Pengamanan dilakukan secara mandiri dengan sistem kerja petugas keamanan (satpam) yang berjaga selama 24 jam secara bergantian.
Saat ini, dapur SPPG telah bermitra dengan 11 sekolah dan melayani produksi hingga 2.360 porsi makanan setiap hari.
Operasional dapur didukung oleh 47 tenaga kerja yang terbagi dalam berbagai fungsi.
Proses produksi makanan dilakukan secara terjadwal dan ketat. Persiapan dimulai sejak dini hari untuk memastikan distribusi tepat waktu dalam tiga sesi pengiriman, yakni pukul 07.00, 08.00, dan 10.30.
Dela menegaskan bahwa kualitas dan keamanan makanan menjadi prioritas utama. Pemilihan bahan baku dilakukan secara selektif melalui kerja sama dengan pemasok yang telah terikat perjanjian.
“Bahan baku harus segar, tidak berubah warna, dan tidak berbau. Semua sudah diatur dalam standar yang kami tetapkan bersama supplier,” jelasnya.
Dalam proses pengolahan, tim dapur juga memperhatikan suhu makanan, kandungan gizi, serta teknik penyimpanan agar makanan tetap layak konsumsi saat didistribusikan.
Selain itu, pengelolaan kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius. Sistem pengolahan limbah (IPAL), pengelolaan sampah harian, serta kebersihan area dapur dan sekitarnya diterapkan secara disiplin untuk mencegah dampak negatif bagi warga.
“Kami pastikan tidak ada limbah berbau atau sampah yang menumpuk. Semua dibersihkan setiap hari agar lingkungan tetap sehat dan nyaman,” tutup Dela.
Dengan sistem yang tertata dan dukungan masyarakat, dapur SPPG Yayasan Faskhai Mulia Indonesia hingga kini dinilai berjalan aman, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar. (H Rizal).

=========================================












