=========================================
News  

Aksi Tanam Pisang di Jalan Nasional Rusak, Garda Prabowo Sumsel: “Ini Simbol Negara yang Abai”

MEDIABBC.co.id, PALEMBANG-Aksi tak biasa terjadi di sejumlah ruas jalan nasional di Sumatera Selatan. Garda Prabowo Sumsel turun langsung ke lapangan dan menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang dan tergenang air sebuah bentuk protes terbuka atas kondisi infrastruktur yang dinilai kian memprihatinkan dan tak kunjung diperbaiki.Selasa,(05/05/2026).

Aksi ini sontak menyita perhatian pengguna jalan. Pohon pisang yang ditanam tepat di titik kerusakan menjadi penanda keras sekaligus sindiran tajam: negara dianggap gagal menjalankan tanggung jawab dasar dalam menyediakan jalan yang layak dan aman.

Ketua Satgasus Garda Prabowo Sumsel, Rahmad Sandi, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk peringatan serius kepada pemerintah.

“Kalau jalan nasional dibiarkan berlubang seperti kubangan, maka kami tandai dengan pohon. Biar semua lihat: ini bukan jalan negara yang layak, ini potret pembiaran. Jangan salahkan rakyat kalau turun langsung,” tegas Rahmad Sandi.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah sudah berlangsung lama tanpa penanganan konkret. Ia menilai, langkah tanam pohon pisang justru menjadi bukti bahwa masyarakat sudah kehabisan cara untuk menyuarakan keluhan.

“Ini bukan aksi iseng. Ini jeritan. Kalau tidak ditandai, korban bisa terus berjatuhan. Ini soal keselamatan, bukan sekadar estetika jalan,” lanjutnya.

Wakil Ketua Satgasus Garda Prabowo Sumsel, Dian HS, bahkan menyebut aksi tersebut sebagai bentuk “alarm keras” bagi pemerintah pusat dan instansi terkait.

“Kami sengaja tanam pohon pisang di tengah jalan rusak supaya tidak bisa lagi diabaikan. Ini tamparan terbuka. Jangan sampai jalan nasional lebih mirip kebun daripada infrastruktur negara,” ujar Dian HS.

Ia juga menyinggung ironi yang dirasakan masyarakat: kewajiban pajak ditegakkan, namun fasilitas dasar justru diabaikan.

“Rakyat dituntut patuh bayar pajak, tapi hak atas jalan yang aman diabaikan. Ini ketimpangan yang nyata. Negara jangan hanya tegas ke rakyat, tapi lemah terhadap tanggung jawabnya sendiri,” katanya.

Garda Prabowo Sumsel mendesak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Selatan untuk segera bertindak cepat dan konkret, bukan sekadar memberikan janji atau penjelasan administratif.

“Kalau pohon pisang sudah tumbuh di jalan nasional, itu tanda ada yang salah besar. Ini bukan lagi kritik halus ini peringatan keras,” tutup Dian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Sementara itu, aksi tanam pohon pisang di jalan rusak dipastikan akan terus berlanjut sebagai bentuk tekanan publik hingga ada langkah nyata dari pemerintah.

Aksi ini menegaskan satu hal: ketika negara dianggap lambat bertindak, rakyat akan mencari cara sendiri untuk membuat masalah tak bisa lagi diabaikan.( H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *