=========================================

Adanya Dugaan Kedekatan Oknum DPRD Sumsel dengan Tersangka Korupsi KUR Disorot, Kejati Didesak Telusuri Aliran Dana

MEDIABBC.co.id – PALEMBANG – Dugaan kedekatan personal antara seorang oknum anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RN dengan tersangka kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Sumsel Babel di Martapura menjadi sorotan publik.

RN yang merupakan legislator dari Fraksi Gerindra dan mewakili daerah pemilihan (dapil) 8, diduga memiliki hubungan intens dengan salah satu tersangka yang saat ini telah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Informasi tersebut mencuat dalam proses penyidikan, setelah penyidik menemukan sejumlah bukti komunikasi di ponsel milik tersangka. Dari hasil penelusuran, terdapat riwayat percakapan yang menunjukkan kedekatan personal, termasuk penggunaan sapaan yang bersifat privat.

Tak hanya itu, sumber yang mengetahui jalannya penyidikan menyebut adanya dugaan pemberian fasilitas dari tersangka kepada RN. Bentuknya beragam, mulai dari pemenuhan kebutuhan harian hingga pembiayaan tertentu.

Dugaan transaksi tersebut disebut tidak dilakukan melalui sistem perbankan, melainkan secara tunai melalui pihak ketiga. Skema ini kini tengah didalami oleh penyidik guna menelusuri kemungkinan keterkaitannya dengan aliran dana hasil dugaan tindak pidana korupsi KUR.

Kejati Sumsel hingga saat ini masih melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta yang terungkap, termasuk potensi hubungan antara kedekatan personal dengan dugaan aliran dana korupsi.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut integritas pejabat publik yang seharusnya menjaga kepercayaan masyarakat.

Pengamat sosial Sumsel juga ketua Badai Sumsel , menilai persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyentuh dimensi etika pejabat publik.

“Pejabat publik, khususnya anggota DPRD, wajib menjaga integritas, moral, dan etika. Isu seperti ini dapat berdampak serius terhadap kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Diding juga  mengecam keras dugaan tersebut. Ia mendesak Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas dan transparan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya aliran dana yang melibatkan pihak lain.

Selain itu, Diding juga meminta RN segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik guna menjaga marwah institusi DPRD Sumsel.

Hingga berita ini diterbitkan, RN belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon juga belum mendapatkan respons.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *