=========================================
News  

Jaga Warisan Alam Sumsel, Kilang Plaju Ambil Peran Pelestarian Gajah Sumatera

MediaBbc.co.id,. PALEMBANG — Menjaga keberadaan gajah Sumatera bukan sekadar melindungi satwa langka, melainkan bentuk nyata dalam merawat keseimbangan ekosistem dan kekayaan alam Sumatera Selatan (Sumsel).

Semangat inilah yang terus diusung oleh Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju (Kilang Plaju) untuk mengambil peran aktif dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.

Bertepatan dengan peringatan Hari Gajah Sedunia yang jatuh setiap 12 Agustus, Kilang Plaju kembali menegaskan pentingnya kepedulian publik terhadap keberadaan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Sejak 2018, Kilang Plaju bersinergi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel mendampingi Pusat Latihan Gajah (PLG) Juar yang berlokasi di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan.

Dukungan Kilang Plaju dalam program konservasi ini mencakup berbagai aspek krusial, antara lain:

Kesehatan dan Pengelolaan Satwa: Pendampingan medis serta pemantauan rutin kondisi fisik gajah.

Peningkatan Kapasitas Mahout: Pembekalan keterampilan bagi para pawang gajah (mahout) sebagai garda terdepan konservasi.

Fasilitas Sarana & Prasarana: Penyediaan sarana pendukung guna menunjang operasional harian di kawasan PLG.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati membutuhkan sinergi dan kesadaran kolektif dari berbagai pihak.

“Menjaga gajah bukan hanya tentang melindungi satu spesies satwa, tetapi juga merawat keseimbangan alam serta ruang hidupnya. Dukungan Kilang Plaju merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kami untuk terus menjaga kekayaan alam Sumatera Selatan,” ujar Siti.

Saat ini, kawasan PLG Juar Suaka Margasatwa Padang Sugihan menjadi rumah bagi 28 ekor gajah Sumatera, yang terdiri dari 14 ekor jantan dan 14 ekor betina. Kawasan ini memegang peranan kunci dalam pusat perlindungan dan edukasi gajah di Indonesia.

Siti menekankan, aksi nyata untuk lingkungan hendaknya tidak berhenti pada momen seremonial belaka, melainkan harus menjelma menjadi budaya dan kesadaran bersama.

“Kami berharap semangat pelestarian ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Ketika kita menjaga alam hari ini, kita sedang memastikan generasi mendatang tetap dapat mengenal dan hidup berdampingan secara harmonis dengan warisan alam Sumsel,” pungkasnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *