=========================================

Dituding Provokator Bentrokan di Mapolda Sumsel, Ketua ADO Sumsel Dibela Empit: Jangan Giring Opini!

Dituding Provokator Bentrokan di Mapolda Sumsel, Ketua ADO Sumsel Dibela Empit: Jangan Giring Opini!

MEDIABBC.Co.id, PALEMBANG — Nama Ketua Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan (ADO Sumsel), M. Asrul Indrawan, terseret dalam pusaran polemik pascainsiden bentrokan di Mapolda Sumsel. Namun, tudingan yang menyebut dirinya sebagai provokator kini mendapat bantahan keras dari Ketua Yayasan Kawan Lamo Galo, Fitriansyah Sutrisno, yang akrab disapa Empit.

Empit menilai tuduhan terhadap Asrul tidak bisa dibenarkan tanpa didukung fakta dan bukti yang objektif. Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi penghakiman publik hanya berdasarkan opini yang belum teruji kebenarannya.

Dalam klarifikasinya, Minggu (18/10/2026), Empit menegaskan bahwa sosok Asrul yang dikenalnya selama ini justru mengedepankan pendekatan persuasif, kepedulian sosial, dan penyelesaian persoalan melalui jalur damai.

“Ini kabar yang tidak berdasar. Kami mengenal Asrul, dia bukan sosok provokator,” tegas Empit.

Empit mengungkapkan, kehadiran Asrul bersama unsur ADO Sumsel di sekitar Mapolda Sumsel saat insiden terjadi tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai upaya memprovokasi massa.

Menurut dia, kehadiran tersebut berkaitan dengan agenda kemanusiaan. Bahkan, Asrul disebut meminta anggotanya untuk menahan diri, tidak terpancing situasi, serta menjauh dari potensi konflik.

Pernyataan itu sekaligus menjadi bantahan terhadap tudingan yang dialamatkan kepada Ketua ADO Sumsel tersebut.

“Ketika kejadian berlangsung, Asrul justru meminta anggotanya menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjauh dari konflik. Sikap itu sangat bertolak belakang dengan tudingan yang menyebut dirinya sebagai provokator,” jelasnya.

Bagi Empit, penilaian terhadap seseorang dalam situasi yang sensitif semestinya tidak dibangun berdasarkan potongan informasi atau narasi sepihak. Terlebih, tuduhan provokasi merupakan persoalan serius yang dapat berdampak terhadap reputasi seseorang maupun organisasi yang dipimpinnya.

Empit meminta semua pihak mengedepankan fakta dalam menyikapi insiden di Mapolda Sumsel. Ia menilai bukti visual, keterangan saksi, serta informasi yang dapat diverifikasi harus menjadi dasar untuk menilai apa yang sebenarnya terjadi.

Ia juga mengingatkan agar ruang publik tidak dipenuhi narasi yang berpotensi menggiring persepsi masyarakat sebelum fakta terungkap secara utuh.

“Jangan ada penggiringan opini. Kita serahkan pada bukti visual dan keterangan saksi yang objektif. ADO Sumsel terbuka dan kooperatif,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Empit yang meminta persoalan ini diselesaikan secara objektif, bukan melalui tuduhan yang berkembang tanpa pembuktian memadai.

Polemik yang menyeret nama Asrul menjadi pengingat bahwa setiap tuduhan harus diuji berdasarkan fakta, bukan sekadar narasi yang beredar di tengah masyarakat.

Klarifikasi Empit memberikan perspektif berbeda mengenai kehadiran ADO Sumsel di sekitar lokasi kejadian. Namun, untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh, kronologi insiden, bukti yang tersedia, dan keterangan pihak-pihak terkait tetap perlu diperiksa secara berimbang.

Hingga klarifikasi ini disampaikan, pernyataan Empit merupakan bantahan atas tudingan yang diarahkan kepada Asrul. Kebenaran tuduhan tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari opini maupun pernyataan satu pihak.

,Prinsipnya jelas: jangan menjadikan opini sebagai vonis. Jika ada tuduhan, buktikan. Jika ada dugaan, periksa. Dan jika fakta belum terungkap sepenuhnya, jangan terburu-buru menghakimi.(H Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *