MEDIABBC.Co.id, MUSI BANYUASIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Jajaran Polsek Lalan bersama tim pemadam dari PT BKI dan masyarakat melakukan verifikasi serta pemadaman kebakaran yang menghanguskan sekitar lima hektare kawasan hutan produksi di Desa Karang Agung, Sabtu (17/10/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi kebakaran sekaligus mencegah api kembali menyala dan meluas ke area sekitarnya.
Kegiatan verifikasi berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Personel Polsek Lalan, yakni Aipda Haryono dan Aipda Edi Juliansyah, bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT BKI serta masyarakat setempat, langsung melakukan penanganan di lokasi.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan pada koordinat -2.3573 S, 104.2993 E, tim menemukan bekas kebakaran di kawasan hutan produksi (HP) dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai lima hektare.
Kapolsek Lalan, IPDA Mustafa Fajri, S.H., menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat, koordinasi lintas pihak, serta keterlibatan aktif masyarakat. Upaya pemadaman tidak boleh berhenti ketika api terlihat padam, karena titik panas dan bara yang tersisa masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Setelah api berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap harus dilaksanakan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali,” ujar Kapolsek Lalan dalam pernyataan yang disusun berdasarkan kegiatan tersebut.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi lingkungan rentan terbakar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan membutuhkan kepedulian semua pihak agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Catatan redaksi: Pernyataan Kapolsek di atas merupakan rumusan kutipan yang disusun berdasarkan konteks kegiatan, bukan kutipan langsung yang tercantum dalam laporan awal. Sebelum diterbitkan sebagai pernyataan langsung, kutipan perlu dikonfirmasi kepada Kapolsek Lalan.
Dalam proses penanganan, tim menggunakan mesin pemadam milik PT BKI untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di area terdampak.
Hingga kegiatan berlangsung, api dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih melanjutkan proses pendinginan pada sejumlah titik yang mengeluarkan asap guna mengantisipasi munculnya kembali api dari sisa bara.
Penanganan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran susulan, terutama pada kawasan hutan produksi yang terdampak.
Kegiatan verifikasi dan penanganan karhutla selesai sekitar pukul 17.15 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Keterlibatan personel Polsek Lalan, RPK PT BKI, dan masyarakat dalam penanganan kebakaran menunjukkan pentingnya sinergi antarpihak dalam menghadapi ancaman karhutla.
Selain melakukan pemadaman, verifikasi lapangan juga diperlukan untuk mengetahui kondisi aktual kawasan terdampak dan mendukung langkah penanganan berikutnya.
Meski api telah padam, kewaspadaan tetap diperlukan hingga proses pendinginan benar-benar tuntas. Pengawasan lanjutan juga penting untuk memastikan tidak muncul titik api baru di sekitar lokasi.
Dengan penanganan cepat dan koordinasi yang baik, risiko meluasnya kebakaran di wilayah Kecamatan Lalan diharapkan dapat ditekan.
Polsek Lalan menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam mencegah karhutla. Sebab, keberhasilan penanganan kebakaran bukan hanya diukur dari padamnya api, tetapi juga dari kemampuan mencegah kebakaran kembali terjadi.(H Rizal).

=========================================












