MediaBbc.co.id,. PALEMBANG — Gelombang protes besar dipastikan bakal mengguncang pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan. Lembaga Advokasi Sakerja Rakyat (Laskar) Sumatera Selatan secara tegas mengagendakan aksi unjuk rasa besar-besaran di Kantor Gubernur Sumsel pada Rabu, 19 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Aksi yang diperkirakan bakal dihadiri oleh sekitar 150 orang massa ini dipastikan akan menjadi panggung panas bagi rakyat untuk melampiaskan kekecewaan terhadap bobroknya tata kelola birokrasi, dugaan rasuah berdarah dingin, hingga gaya kepemimpinan pejabat yang dinilai antikritik dan minim etika kerja.
Dalam seruan resminya, Laskar Sumsel tidak akan datang dengan tangan kosong. Mereka membawa segudang bukti dan sorotan tajam atas karut-marut penyelenggaraan pemerintahan di Bumi Sriwijaya. Salah satu isu paling mendasar yang bakal digelorakan adalah dugaan tindak pidana korupsi yang menggerogoti anggaran pembangunan daerah.
Tak hanya itu, Laskar Sumsel juga menyoroti fenomena pejabat “siluman” atau gemar mangkir dari kantor. Minimnya keberadaan pejabat di meja kerja dinilai telah melumpuhkan roda administrasi dan mencederai kualitas pelayanan publik yang seharusnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kemarahan massa juga diarahkan pada dugaan tindakan arogansi sejumlah oknum pejabat terhadap pegawai di lingkungan birokrasi, yang mencerminkan hilangnya profesionalisme dalam melayani rakyat.
Di sektor pembangunan fisik, infrastruktur jalan yang rusak parah di berbagai penjuru wilayah Sumatera Selatan turut menjadi pemicu kemarahan publik. Jalanan yang hancur lebur dinilai telah menyiksa aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta mengancam keselamatan para pengendara setiap harinya.
Melalui aksi damai yang sarat dengan daya gedor kontrol sosial ini, Laskar Sumsel membawa empat poin tuntutan mutlak yang wajib ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan:
• Mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah untuk membongkar serta mengusut tuntas segala bentuk dugaan tindak pidana korupsi dalam lingkaran birokrasi dan pembangunan Sumsel.
•Menuntut percepatan pembenahan infrastruktur jalan secara menyeluruh, efektif, dan tepat sasaran di seluruh wilayah Sumatera Selatan demi keselamatan serta kesejahteraan rakyat.
•Menuntut evaluasi total terhadap oknum pejabat yang arogan serta memastikan terciptanya lingkungan kerja birokrasi yang sehat, beretika, dan profesional.
•Mendesak ketegasan sanksi bagi pejabat yang mangkir dari tanggung jawab agar roda pelayanan publik kembali berjalan optimal.
Laskar Sumsel menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini merupakan wujud nyata kedaulatan rakyat dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Pemerintah diingatkan agar tidak menutup mata terhadap penderitaan dan aspirasi masyarakat bawah.
Di penghujung seruannya, massa menggemakan pekik perjuangan: “Lawan Korupsi, Perbaiki Infrastruktur, Layani Rakyat dengan Jujur dan Bertanggung Jawab!”
Titik Aksi: Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan
Waktu: Rabu, 19 Agustus 2026, Pukul 10.00 WIB s.d. Selesai
Estimasi Massa: ± 150 Orang
Tim Koordinator Lapangan (Korlap):
Deki Lu Ay
Jacklin
Haris
Fahmi
Yudha Lubay
LASKAR SUMSEL
Lembaga Advokasi Sakerja Rakyat Sumatera Selatan
“Bersama Rakyat, Kawal Pembangunan, Tolak Korupsi & Arogansi.”
Saiful Jabrig

=========================================












