=========================================
News  

Gelar Aksi di Kantor Gubernur, Puluhan Massa GBR Sriwijaya Tuntut Penanganan Konkret Bencana Kabut Asap di Sumsel

MEDIABBC.co.id,. PALEMBANG — Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersatu Rakyat Sriwijaya (GBR Sriwijaya) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Aksi ini menuntut tindakan tegas dan langkah nyata Pemprov Sumsel dalam menangani bencana kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian memprihatinkan.

Dalam aksinya, massa menyoroti kepulan kabut asap pekat yang terus memburuk dan dinilai sudah berada pada tingkat membahayakan kesehatan serta melumpuhkan aktivitas perekonomian warga.

Koordinator Aksi GBR Sriwijaya, Apri, dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat telah lama menderita akibat penyakit ISPA dan gangguan pernapasan. Pihaknya menuntut Pemprov Sumsel untuk tidak sekadar melontarkan retorika, melainkan menghadirkan solusi konkret seperti pengoptimalan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC/hujan buatan) serta pengoperasian water bombing secara efektif.

“Masyarakat sudah sering mengeluhkan ISPA. Kami minta Pemprov memberikan bukti nyata, penanganan kabut asap ini tidak bisa ditunda-tunda lagi. Kami mendesak pembentukan posko kesehatan di tiap kelurahan dan kecamatan agar dapat menjangkau seluruh warga terdampar,” ujar Apri di hadapan massa aksi.

Selain penanganan teknis bencana, GBR Sriwijaya secara tegas menyoroti pengawasan anggaran penanggulangan karhutla sebesar Rp100 miliar. Mereka mendesak agar alokasi dana tersebut dikelola secara transparan dan akuntabel, serta tidak ada penyelewengan di tengah penderitaan masyarakat. Penegakan hukum juga menjadi poin krusial, di mana massa menuntut Polda Sumsel dan pihak berwenang menindak tegas serta menetapkan tersangka bagi korporasi penyuplai kabut asap terbesar di Sumsel.

Tanggapan Pemprov Sumsel

Aksi unjuk rasa tersebut diterima langsung oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam keterangannya di hadapan massa, perwakilan Pemprov Sumsel mengapresiasi masukan serta kontrol sosial yang disampaikan oleh massa GBR Sriwijaya.

Pihaknya menjelaskan bahwa berbagai upaya terus dilakukan di lapangan, mulai dari pengerjaan TMC yang telah berjalan puluhan kali hingga pengerahan ribuan personel gabungan.

“Sampai hari ini TMC sudah dilakukan hingga 66 kali penerbangan, difokuskan ke wilayah-wilayah rawan seperti Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), hingga Ogan Komering Ilir (OKI). Saat ini ada sekitar 12.000 tenaga gabungan TNI, Polri, BPBD, Kementerian LHK, serta relawan yang terus berjibaku memadamkan api di lapangan,” jelas perwakilan Pemprov.

Terkait pelayanan kesehatan, Pemprov menyatakan telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit daerah, puskesmas, hingga puskesmas pembantu (Pustu) di Kota Palembang dan kabupaten/kota lainnya untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Sementara alokasi dana penanggulangan bencana telah disalurkan untuk kebutuhan operasional pasukan pemadam serta pemenuhan suplemen dan peralatan di lapangan.

Pemprov Sumsel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menggelar Salat Istisqa (doa memohon hujan) agar bencana karhutla dan fenomena El Nino yang melanda segera berakhir.

Aksi yang berlangsung damai tersebut diakhiri dengan penyerahan berkas tuntutan resmi serta penyerahan simbolis keranda dari perwakilan GBR Sriwijaya kepada pihak Pemprov Sumsel sebagai bentuk pengingat atas duka dan penderitaan masyarakat akibat kabut asap.

(Mukhlis-)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *