MEDIABBC.co.id,. PALEMBANG — Tim redaksi kami di lapangan memantau langsung kondisi Kota Palembang, Sumatera Selatan, yang kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu (23/8/2026) pagi.
Hasil pantauan tim kami di kawasan Jalan Alang-Alang Lebar, Kecamatan Alang-Alang Lebar, menunjukkan jarak pandang berkurang signifikan sejak pagi hari. Asap tampak menutupi jalur lintas kendaraan hingga area permukiman warga, disertai aroma sangit yang menyengat dan memicu rasa perih di tenggorokan.
Sejumlah warga yang ditemui tim media di lokasi mengaku terpaksa membatasi aktivitas luar ruang karena kualitas udara yang dirasakan kian memburuk.
“Kabut hari ini sangat tebal dan udaranya sangat mengganggu pernapasan. Kalau tidak ada keperluan mendesak, lebih baik tetap di dalam rumah,” tutur salah seorang warga saat diwawancarai tim kami di lokasi.
Tim kami juga mencatat penurunan volume lalu lintas dan kegiatan masyarakat di area terbuka sepanjang kawasan Alang-Alang Lebar. Kekhawatiran warga memuncak mengingat paparan asap berisiko tinggi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, jika tidak segera ditangani.
Berdasarkan penelusuran tim media, masuknya kabut asap ke kawasan perkotaan ini merupakan dampak dari titik api (hotspot) karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang belum sepenuhnya terkendali. Warga mendesak pihak berwenang untuk segera mempercepat pemadaman di titik sumber agar krisis udara bersih ini tidak semakin parah.
Redaksi. Mukhlis

=========================================












